Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Partai Gelora Indonesia terdepan dibanding partai-partai besar yang lebih dahulu eksis

24 Sep 2020 | 13.45 WIB Last Updated 2020-09-25T06:05:44Z

NYARINK.COM, -- Partai Gelora Indonesia terdepan dibanding partai-partai besar yang lebih dahulu eksis, dalam hal pemilihan kepala daerah di Pilkada 2020 ini.

Fenomena kemunculan Partai Gelora Indonesia di triwulan pertama tahun ini memang mengejutkan banyak pihak. Partai yang digaungi eks pendiri PKS Anis Matta dan Fahri Hamzah langsung tancap gas dalam ajang Pilkada tahun 2020 ini. 

Partai Gelora memang partai baru, ya baru kemaren sore lahir dan usianya pun belum genap satu tahun sejak dideklarasikan di penghujung tahun 2019 lalu. Tapi Partai Gelora Indonesia tidak mau ketinggalan untuk berpartisipasi di Ajang Pilkada 2020. 

Ia telah membuat gebrakan baru dan prestasi tersendiri bagi partai yang baru berusia seumur jagung ini. Bayangkan dalam persiapan yang cukup singkat partai "Baby mungil" ini telah siap dan merekomendasikan untuk berpartisipasi di 161 daerah pilkada yaitu 9 provinsi, 126 kabupaten dan 26 kota. Hal ini masih memungkinkan bertambah jumlahnya.

Ada yang unik dari Partai Gelora ini terlepas dari kontroversi dukungannya terhadap anak dan menantu Presiden Jokowi di Pilkada Solo dan Medan. Partai Gelora terdepan dibanding partai-partai besar yang sudah eksis seperti PDIP, Golkar, Gerindra, Demokrat dan PKS. 

Apa yang membuatnya bisa seperti itu, yakni dalam pemilihan kepala daerah dimana Partai Gelora lebih memilih bahwa keputusan pemilihan pimpinan kepala daerah diberikan atau diserahkan sepenuhnya kepada pengurus daerah setempat untuk melakukan komunikasi politik. Ini adalah dinamika politik daerah ujar Anis Matta Ketum DPN Partai Gelora. 

Seperti kita ketahui bahwa di partai-partai besar tadi lebih kental terasa politik oligarkinya bahwa dalam pemilihan dan pengangkatan pimpinan kepala daerah harus melalui persetujuan pengurus pimpinan pusatnya terlebih dahulu sedangkan pimpinan di daerah berfungsi sebagai pemberi 'stempel'.

Hal inilah yang membuat Partai Gelora bisa bergerak cepat dalam waktu singkat serta berpartisipasi dan berkolaborasi dengan seluruh elemen bangsa lintas partai, lintas suku dan agama di ajang PILKADA 2020 ini.

Partai Gelora memposisikan dirinya berada di jalur tengah, ia bukan 01 atau 02 juga bukan cebong ataupun kampret. Ia berusaha untuk melerai seluruh masyarakat yang telah terkotak-kotak ini dengan istilah cebong dan kampret, meninggalkan perselisihan dan kebencian yang tidak jelas dan berujung.

Kita tunggu saja gebrakan Partai Gelora Indonesia selanjutnya.[*]

×
Berita Terbaru Update