Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Rencana Pemerintah Rubah Sistem Pengupahan PNS

30 Nov 2020 | 05.19 WIB Last Updated 2020-11-29T22:27:54Z

NYARINK.COM, JAKARTA -- Rencananya pemerintah akan merombak sistem pengupahan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di seluruh Indonesia dan sistem pemberian tunjangan.

Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum dan Kerja sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono mengatakan untuk formula Tunjangan PNS nantinya akan meliputi Tunjangan Kinerja dan Tunjangan Kemahalan. Namun, rumusan Tunjangan Kinerja didasarkan pada capaian kinerja masing-masing PNS.

Diungkapkan Paryono, Jika sebelumnya PNS banyak mendapatkan tunjangan-tunjangan. Seperri, pertama adalah tunjangan kinerja alias Tukin, meskipun besarannya beda-beda tergantung kelas jabatan maupun instansi tempatnya bekerja, baik instansi pusat maupun daerah.

Kemudian yang kedua adalah tunjangan suami atau istri, lalu lanjutnya, yang ketiga adalah tunjangan anak. Selanjutnya ada tunjangan makan dan jabatan. Lalu selain itu ada juga tunjangan perjalanan dinas.

“Sedangkan rumusan Tunjangan Kemahalan didasarkan pada Indeks Harga yang berlaku di daerah masing-masing,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (29/11/20).

Sementara untuk sistem penggajian juga akan berubah. Dalam aturan baru nanti, lanjutnya, sistem penggajian PNS secara keseluruhan berdasarkan pangkat dan golongan.

Akan tetapi, katanya, nanti  penghasilan PNS akan dihitung berdasarkan beban dan risiko pekerjaannya. Artinya, dari mulai tanggung jawab dan risiko pekerjaan akan menjadi pertimbangan dalam penetapan gaji PNS.

“Formula Gaji PNS yang baru akan ditentukan berdasarkan Beban Kerja, Tanggung Jawab, dan Risiko Pekerjaan,” ucapnya.

Namun lanjut Paryono, dikutif Oke Finace, implementasi formula gaji PNS ini tidak akan dilakukan secara sekaligus. Meskipun pada akhirnya, sistem penggajian akan dilakukan berdasarkan harga jabatan

“Implementasi formula Gaji PNS ini nantinya dilakukan secara bertahap, diawali dengan proses perubahan sistem penggajian yang semula berbasis Pangkat, Golongan Ruang, dan Masa Kerja menuju ke sistem penggajian yang berbasis pada Harga Jabatan,” ucapnya. [Adm/Ink20]

×
Berita Terbaru Update