Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pukulan Telak Buat Gerindra Dan Prabowo, Sesaat Edhy Prabowo Di Gelandang KPK

28 Nov 2020 | 07.06 WIB Last Updated 2020-11-28T00:06:43Z

NYARINK.COM, Jakarta - Tertangkap tangannya Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi pukulan telak buat partai Gerindra dan Prabowo.

Betapa tidak,  tak ada hujan tak ada angin beliung, tiba-tiba halayak digemparkan oleh kejadian di Bandara Soekarno Hatta, Edhy Prabowo terkena OTT KPK.

Lalu siapa gerangan yang menggantikan posisi Edhy Prabowo. Tentunya kembali ke kader Gerindra. Mungkinkah Fadli Zon yang selema ini menjadi oposisi di tengah koalisi atau lainnya. Sepertinya belum ada kader Gerindra semoncer Fadli Zon.

Sufmi  menjelaskan bahwa Gerindra tidak ikut campur kebijakan Presiden Joko Widodo yang akan menyiapkan pengganti Edhy yang terjerat kasus suap ekspor benih lobster tersebut.

"Kalau sebagai menteri itu hak prerogatif presiden. Kami dari partai Gerindra tidak mencampuri kita tunggu saja bagaimana kebijakan presiden," kata Sufmi di Gedung DPR, Kamis (26/11/2020).

Wakil Ketua DPR RI itu mengatakan bahwa hingga saat ini Gerindra belum bicara dengan Presiden Jokowi mengenai siapa yang bakal dipasang sebagai pengganti Edhy. 

"Kita belum bicara atau mendapat kabar tentang itu," sahut Sufmi singkat.

Ujang menyebutkan nama-nama antara lain seperti Fadli Zon, Sufmi Dasco Ahmad,  dan Sandiaga Uno adalah kader-kader Gerindra yang cukup mumpuni. Ujang melanjutkan bahwa sebagai komitmen rekonsiliasi semestinya kursi menteri yang ditinggalkan Edhy tetap menjadi milik Gerindra.

"Jika kader Gerindra lagi, ada FZ, Dasco, Sandi, atau yang lain. Semua tergantung Prabowo yang acc," tutur Ujang.

Edhy Prabowo usai ditetapkan sebagai tersangka menyatakan mundur sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dan dia juga meminta maaf kepada keluarganya serta besar Partai Gerindra atas kebodohan perbuatan yang dilakukan.

"Saya mohon maaf kepada keluarga besar partai saya. Dengan ini saya mengundurkan diri sebagai Wakil Ketua Umum dan mengundurkan diri, tidak lagi menjabat sebagai menteri dan prosesnya berjalan," kata Edhy di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (25/11/2020) malam.

Edhy juga menyampaikan bahwa dirinya siap bertanggungjawab penuh dan tidak akan pernah lari dari proses hukum atas  kasus suap impor benur tersebur.

"Saya akan bertanggungjawab penuh dan saya hadapi dengan jiwa besar," tegas Edhy. [Adm/Ink20] 

×
Berita Terbaru Update