Notification

×

Iklan

Indeks Berita

KBB Kembali Zona Merah, Pemerintah Desa Harus Punya Peran Penting

30 Des 2020 | 09.03 WIB Last Updated 2020-12-30T02:04:06Z

B

Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna (dok photo, Bbpos)


KBB, NYARINK.COM -- Pemerintah kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali menjadi wilayah zona merah, Setelah kasus Covid-19 diwilayah itu terus meningkat.


Perubahan itu disinyalir akibat masih banyak warga yang tidak disiplin mematuhi protol kesehatan (Prokes). Pemkab mengklaim sudah banyak melakukan model pencegahan, seperti sosialisasi hingga memperketat protokol kesehatan.


“Wilayah Kita menjadi zonamerah lagi. Mungkin kita harus mengoptimalkan lagi disiplin masyarakat yang agak kendor," tandas Aa Umbara Sutisna, saat ditemui, Selasa (29/12/2020).


Sejauh ini, kata Umbara, kedisiplinan masyarakat terhadap pemakain masker sudah 90 persen, namun yang menerapkan prokes belum 60 persen.  Ini menurutnya juga jadi masalah


Tetapi bukan itu saja, lanjut dia, selain Pemkab Bandung Barat, pemerintah desa pun harusnya bisa berperan dalam mengawasi dan mengedukasi warganya untuk tetap menerapkan prokes.


Sebab, pemerintah desa adalah sebagai kepanjangan pemerintah. Terus desa juga yang paling dekat dengan warga.


“Kades harus berperan dimasyarakat dalammenekankan penerapan prokes. Termasuk imbauan mencegah kerumunan menjelang tahun baru 2021." Tegasnya.


Sementara itu, Sekertaris Daerah KBB Asep Sodikin mengatakan, status zona merah yang disandang KBB sama sekali di luar prediksi. Sebelumnya ia memprediksi, KBB akan bertahan di zona oranye.


“Prediksi kita oranye tapi ternyata tidak. Kenapa saya prediksi oranye, karena tingkat kesembuhan lebih banyak dibanding kasus baru,” paparnya.


Dari data yang ia dapat, kasus baru COVID-19 di Bandung Barat cenderung landai. Sedangkan kasus kesembuhan semakin hari semakin naik. Hal itulah yang menjadi alasan Pemda KBB diprediksi bertahan di zona oranye.


“Tingkat kesembuhan pada hari Sabtu masih di 78 persen, kemarin 82,88 persen. Artinya tingkat kesembuhan lebih tinggi. Mungkin ukuran provinsi tidak hanya itu,” tandasnya. (Ink20)

 

×
Berita Terbaru Update