Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pemkab Kab Bandung Tanami Lahan Kritisnya Dengan Berbagai Pohon

29 Des 2020 | 10.00 WIB Last Updated 2020-12-29T03:00:28Z


 

KAB.BANDUNG, NYARINK.COM -- Kegiatan gerakan bulan menanam dilakukan di Tempat Wisata Tangga Seribu Desa Cibiru Wetan Kecamatan Cileunyi,sebagai upaya penghijauan lahan yang dipandang kritis. 


Bupati Bandung H. Dadang M. Naser hadir bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cileunyi dan tokoh masyarakat serta civitas lingkungan.


"Hari ini kita tanami lahan kritisnya dengan berbagai pohon. Di antaranya pohon jeruk, nangka, jengkol dan petai. Mudah-mudahan ini menjadi berkah untuk kita semua, dan lahan kritis yang ada setapak demi setapak kita hijaukan kembali," ucap Bupati Dadang Naser di sela-sela kegiatan yang berlangsung.


Ia tidak bosan mengimbau masyarakat, untuk melakukan penanaman pohon keras pada lahan dengan kemiringan 30⁰. "Sebagian pohon sudah tumbuh, tinggal tadi beberapa lahan kritis kita koordinasikan dengan pemilik lahan, ada carik desa, perhutani juga milik masyarakat. Lahan masyarakat dengan kemiringan di atas 30⁰ mohon ditanami tanaman keras, baru di bawah 30⁰ boleh ditanami sayur mayur," imbuh bupati.


Pola tanam yang baik di lahan kritis, tuturnya, harus disadari betul, agar terjadi sinergitas antara warga di hulu dan di hilir. Ia juga mengingatkan pentingnya penanaman sabuk gunung, untuk menghindari pergeseran tanah dan pengamanan air agar meminimalisir banjir di hilir.


"Sinergitas antara warga di hulu dan hilir sangat diperlukan. Alhamdulillah, tadi ada warga Panyawangan yang turut menyumbang beberapa pohon, mudah-mudahan ini sebagai edukasi dan teladan bagi masyarakat yang ada di hilir untuk mendukung hulu," tutur nya pula.


Kepedulian warga di area hulu sudah ditunjukkan dengan adanya udara segar yang dikirim ke hilir. "Tinggal bagaimana orang hilir yang sering menuding banjir datang dari hulu, sekarang hilir kirim apa ke hulu. Saatnya kita bersama peduli lingkungan," ujar Dadang Naser


Program Sabilulungan Tanam Pohon Kesayangan (Satapok) yang digagas DLH, terus digelorakan pihaknya agar menjadi budaya masyarakat tanpa melihat batas wilayah.


"Saatnya kita saling perduli. Alam terjaga, lestari, sehingga lingkungan pun bersih. Kita harus sama-sama berbuat. Pemerintah pusat, provinsi, lembaga terkait, TNI, Polri, masyarakat, kebersamaan kita kuatkan. Dengan kebersamaan Sabilulungan, masalah apapun insyaa Allah bisa diselesaikan dengan baik. Tidak saling tuding mencari kesalahan, tapi sama-sama kita cari solusinya," pungkas Dadang Naser.(Humas/Ink20)





×
Berita Terbaru Update