Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ridwan Kamil Buka Pertemuan Nasional dan Milad ke-30 ICMI

7 Des 2020 | 21.45 WIB Last Updated 2020-12-07T14:45:14Z

KOTA BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil membuka Pertemuan Nasional dan Milad ke-30 Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) 

BANDUNG, NYARINK.COM -- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil membuka Pertemuan Nasional dan Milad ke-30 Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Senin (7/12/2020).

 Pertemuan tersebut dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Jumlah pengurus ICMI yang hadir dibatasi. Hanya pengurus ICMI Pusat yang hadir langsung. Sedangkan pengurus ICMI Korwil se-Indonesia mengikuti pertemuan melalui konferensi video. 

Dalam sambutannya, Kang Emil --sapaan Ridwan Kami-- mengatakan, dirinya merasa bangga karena Ibu Kota Jabar dijadikan tempat untuk merumuskan tantangan Indonesia di kancah dunia pascapandemi COVID-19.

Kang Emil pun berharap, hasil pertemuan ICMI tersebut menghadirkan rumusan-rumusan untuk pembangunan Jabar. 

Selain itu, Kang Emil menyampaikan bahwa di Gedung Merdeka, tempat pertemuan berlangsung, Presiden Republik Indonesia pertama Soekarno dan pemimpin negara Asia-Afrika pernah menyuarakan anti kolonialisme yang memberikan imajinasi tentang masa depan dunia. 

"Imajinasi itu saya ingin tekankan lagi kepada ICMI, beri kami jalan penerang untuk tahun 2045. Tinggal 25 tahun lagi apakah sampai Indonesia menjadi negara terhebat kedua atau ketiga di dunia, kita butuh kompas," ucapnya. 

Kang Emil memaparkan bahwa ada tiga syarat yang harus dipenuhi apabila Indonesia ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045. Pertama adalah kondisi sosial-politik kondusif. 

"Saya doakan kita selalu menjadi bangsa yang damai dengan dasar Pancasila," ucapnya. 

Syarat kedua yakni pertumbuhan ekonomi harus dijaga di angka 5 persen. Namun, saat ini, perekonomian negara-negara di seluruh dunia terpukul pandemi COVID-19. 

"Sekarang semua minus oleh pandemi COVID-19 yang mengajarkan bahwa urusan kesehatan bisa menghancurkan sisi ekonomi," katanya.(HumasBdg, Ink20)

 

×
Berita Terbaru Update