Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tiga Praktisi Seni Cimahi Lakukan Ritual "Ngaruat" atau Tolak Bala

7 Des 2020 | 16.27 WIB Last Updated 2020-12-07T22:07:48Z

CIMAHI, NYARING.COM -- Melihat kondisi Kota Cimahi yang masih berada dalam pandemi Covid19, tiga Praktisi seni Kota Cimahi merasa terpanggil untuk melakukan sesuatu dengan caranya sendiri, seperti 'Ruatan' atau tolak bala yang mereka lakukan, di area taman Kota Cimahi, pada Senin (07/12/20). Jalan Rd. Hardjakusumah, pada Senin (07/12/20).

Ritual Ruatan sendiri memiliki tujuan sebagai sarana pembebasan atau penyucian dan mencari kesehjateraan hidup. Selain itu, menurut Usep Robiana Taufik, Praktisi Seni Kota Cimahi, ritual yang digelarnya sekaligus dalam rangka melestarikan kebudayaan.

"Ritual ini juga sama halnya dengan mendoakan, kami ingin agar Kota Cimahi segera terbebas dari pandemi Covid-19, tentu dengan cara yang biasa kami lakukan yaitu Ngaruat," ungkap Usep, usai melaksanakan Ngaruat. Pada Senin (07/12/20).

Pada prosesi 'Ngaruat' ketiga praktisi seni dan budaya Kota Cimahi itu memegang perannya masing-masing, ada yang bermain alat musik kacapi, suling serta ada yang 'ngarajah' atau berdoa.

"Kami melakukan ini tidak mempuyai maksud lain, selain untuk mendoakan agar wabah yang menimpa Kota Cimahi khususnya segera berakhir." ujarnya.

Seperti halnya ritual pada umumnya, dirinya dan dua rekannya yang lain juga menyiapkan berbagai sesajen, dari mulai pohon hanjuang, bunga, kelapa, telor, pisang, kendi hingga karukuyang.

"Sesajen yang kami sajikan mempunyai makna, misalnya hanjuang itu artinya berjuang, dan bunga maknanya harus saling mengharumkan," sebutnya.

Disinggung terkait tempat, dirinya beserta rekannya memilih tempat di area taman Pemkot Cimahi, lantaran tempat tersebut merupakan Kampung Jati, Cihanjuang yang melambangkan asal.

"Filosopinya, Jati dalam bahasa sunda itu artinya asal-muasal, untuk itu alasan kami laksanakan ritualnya di sini," paparnya. 

Sementara Yadi Suryadi, praktisi seni dan budaya lainnya menjelaskan  sesaji yang sajikan dalam Ngaruat kali ini melambangkan pilosofi kehidupan sehari-hari.

"Pointnya, Kita sebagai manusia harus mempuyai tanggung jawab terhadap situasi yang sedang terjadi serta kita juga jangan sampai lupa, untuk selalu bersyukur." Pungkasnya. [Gn/Ink20]

×
Berita Terbaru Update