Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Jabar Siap Mulai Vaksinasi COVID-19

6 Jan 2021 | 10.42 WIB Last Updated 2021-01-06T03:42:57Z


 

BANDUNG, NYARINK.COM -- Indonesia semakin menjejaki rencana vaksinasi COVID-19 perdana di Tanah Air,  Pemerintah pusat mulai Bio Farma secara bertahap mendistribusikan vaksin COVID-19 ke 34 provinsi di Indonesia mulai 3 Januari 2021.  


Provinsi Jawa Barat (Jabar) mendapat alokasi 97.080 dosis yang terbagi dalam dua tahap distribusi. Tahap I (5 Januari 2021) sebanyak 38.400 dosis untuk pelaksanaan vaksinasi pada 14 Januari 2021 atau menunggu izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) dari BPOM. Sementara Tahap II sebanyak 58.680 dosis. 


Gubernur Jabar Ridwan Kamil menjelaskan, penyuntikan terdiri dari dua dosis karena vaksin COVID-19 berasal dari virus yang dimatikan. Adapun prioritas target sasaran di Tahap I adalah tenaga kesehatan (nakes) dan SDM lainnya di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). 


"Tahap I karena satu orang dua dosis, maka kurang lebih 44 ribu nakes yang akan dipilih untuk dua kali penyuntikan di minggu ketiga bulan Januari ini," ucap Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil-- saat konferensi pers usai memimpin rapat koordinasi Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (5/1/2021). 


Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Jabar, terdapat total 161.242 sasaran nakes di 27 kabupaten/kota se-Jabar untuk vaksinasi. Jumlah bisa meningkat dengan penambahan daftar SDM lain di fasyankes.  


Selain itu, Kang Emil menjelaskan, pekan ini pihaknya mendorong simulasi pemberian vaksin di setiap kabupaten/kota agar setiap daerah siap memulai proses pemberian vaksin pada 14 Januari 2021 sesuai rencana pemerintah pusat. 


"Kami sedang menyimulasikan, memerintahkan kepada seluruh bupati/wali kota, agar minggu ini simulasi vaksin COVID di wilayah masing-masing. (Kota) Depok sudah oleh saya, (Kota) Bogor sudah oleh Pak Presiden, Kabupaten Bekasi sudah oleh Pak Wapres, sisanya akan dilakukan oleh bupati/wali kota masing-masing," ujar Kang Emil. 


Pemda Provinsi Jabar pun terus meningkatkan kesiapan SDM dan logistik. Dari data Satgas Penanganan COVID-19 Jabar, terdapat 1.094 puskesmas sudah terlatih, 27 wakil supervisor kabupaten/kota sudah terlatih, 67 rumah sakit umum di 27 kabupaten/kota sudah terlatih, 18 RS TNI, Polri, BUMN, sudah terlatih, serta tambahan 46 cold chain TCW 3000. 


Terkait vaksinasi, Kang Emil pun menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk menjelaskan skala prioritas penerima vaksin di Tahap I maupun seterusnya maupun mengenai tujuan menuju herd immunity. 


"(Warga) diedukasi, kenapa tidak semua disuntik. Ilmiahnya, yang divaksin akan melindungi yang tidak (divaksin), tapi bagaimana bahasa itu bisa disampaikan kepada ibu-ibu hingga anak-anak," tutur Kang Emil. 


*COVID-19 di Jabar: Tingkat Kesembuhan Meningkat, Kematian Menurun*


Selain membahas rencana vaksinasi, Kang Emil juga menjelaskan terkait perkembangan COVID-19 di Jabar. Per 4 Januari 2021, Case Recovery Rate atau tingkat kesembuhan di Jabar sebesar 84,77 persen dan berada di atas rata-rata nasional sebesar 82,60 persen. 


"Tingkat kematian di Jabar (per 4 Januari 2021) adalah 1,33 persen. Sementara di nasional adalah 3 persen. Dalam 14 hari terakhir, angka CFR (Case Fatality Rate) di Jabar cenderung menurun," kata Kang Emil. 


Sementara angka Reproduksi Efektif (Rt) di Jabar per 31 Desember 2020 adalah 1,48 dengan rata-rata 14 hari terakhir sebesar 1,28. Adapun dari data periode 27 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021, terdapat lima daerah Zona Merah (Risiko Tinggi) di Jabar yakni Kabupaten Cirebon dan Karawang serta Kota Bekasi, Depok, dan Tasikmalaya. Lainnya, terdapat 15 Zona Oranye (Risiko Sedang) dan 7 Zona Kuning (Risiko Rendah) di Jabar.  


Selain itu, Kang Emil mengatakan, pihaknya akan fokus dalam penanganan di Kota Depok dan Kabupaten Karawang karena dalam empat minggu berturut-turut, dua daerah tersebut berstatus Zona Merah. 


"Kami Siaga 1 di Depok dan Karawang karena empat minggu Zona Merah, dari awal Desember (2020) sampai awal Januari (2021). Tadi sudah saya arahkan Polda Metro dan Kodam Jaya untuk membantu memaksimalkan penanganan di Depok dan Kodam III/Siliwangi dan Polda Jabar, kita menuju Karawang," ucap Kang Emil.(Ink21)






×
Berita Terbaru Update