Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Pemkot Kota Bandung Merespon Polemik Di TPU Cikadut Yang Mematok Sejumlah Imbalan

27 Jan 2021 | 13.00 WIB Last Updated 2021-01-27T06:00:55Z

poto petugas pemakaman covid-19(humas)

 

BANDUNG, NYARINK.COM -- Polemik jasa angkut jenazah di TPU Cikadut yang mematok sejumlah imbalan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sudah membuat sejumlah langkah strategis. Utamanya, guna memastikan agar hal serupa tak terjadi lagi.


Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Bandung, Eric M. Attauriq menyatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Tata Ruang (Distaru) tengah menyiapkan untuk penanganan masalah pengangkutan jenazah ini.


“Pemkot akan segera menanggulangi persoalan ini, kami sudah berdiskusi dengan Kadistaru. Sekarang Distaru sedang memformulasikan teknisnya,” ucap Eric di Balai Kota Bandung, rabu (27 Januari 2021).


Untuk itu, timbul inisiatif dari sejumlah pihak yang ikut membantu secara ikhlas. Namun diduga, situasi di lapangan terus berkembang menjadi terlena hingga kebablasan dengan mematok sejumlah tarif.''ucap eric.


Oleh karenanya, Eric sudah berkoordinasi agar Distaru bergerak cepat menyiapkan teknis pengaturan pengangkutan jenazah. Karena sebelumnya tanggung jawab Distaru hanya untuk menyiapkan lahan dan menggali lubang.


Sementara itu, Kepala Distaru Kota Bandung, Bambang Suhari mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan upaya agar bisa mengakomodir para pemikul. Mereka akan diberdayakan sebagai tenaga bantuan khusus membantu proses pemikulan selama darurat pandemi Covid-19.


"Kami sudah rapat koordinasi. Di lapangan ada aspirasi warga yang ingin tetap berkontribusi dalam memikul jenazah. Mereka akan diakomodir sebagai tenaga pemikul. Untuk pemikul ini mereka akan diberdayakan selama darurat pandemi Covid-19," ucap Bambang.


Bambang menegaskan, para pemikul ini akan diakomodir menjadi tenaga di bawah Distaru dengan syarat tidak boleh lagi memungut sepeserpun kepada ahli waris atau keluarga jenazah.


"Apabila ditemukan ada pungutan maka akan ada konsekuensi tidak akan lagi dihadirkan pemikul atau diberhentikan. Termasuk PHL yang sudah ada sekarang ditugaskan di lapangan," tegasnya.


Saat ini, terdata 30 orang yang aktif memikul jenazah. Teknis pelaksanaanya diatur secara bergiliran. "Mengenai jumlahnya, satu jenazah kondisi sekarang yang ideal dipikul oleh 8 orang. Karena kondisi saat ini dari jalan raya menuju liang lahat lumayan jauh, antara 300-500 meter," katanya.(Ink21)






×
Berita Terbaru Update