Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Dampingi anak Belajar di Rumah, Tak Harus Emosi

5 Feb 2021 | 13.52 WIB Last Updated 2021-02-05T06:52:57Z

Bunda Evie Dewi Susiantiany (Founder Jelajah Fitrah Academy)
 


NYARINK.COM -- SMP Daarut Tauhiid Boarding School bekerja sama dengan Komite Sekolah dalam rangka menjalin silaturahmi dan parenting bersama wali siswa, menyelenggarakan kegiatan Sekolah Inspirasi (Sekolah untuk Ayah dan Bunda) dengan tema Mendampingi Anak Belajar Tanpa Emosi Negatif.


Bersama Bunda Evie Dewi Susiantiany (Founder Jelajah Fitrah Academy). Kegiatan yang diikuti oleh 200 wali siswa dan dilaksanakan secara daring melalui media zoom meeting  tersebut,  diintegrasikan dengan Live Youtube sekolah.


Seperti diketahui, Sekolah Inspirasi dilaksanakan dengan tujuan untuk menyelaraskan pendidikan sekolah dengan pendidikan keluarga di rumah, terutama di masa pandemi yang mengharuskan setiap kegiatan dilaksanakan di rumah. Parenting kali ini difokuskan pada bagaimana mengelola emosi negatif dan mengetahui cara agar anak dapat menikmati Belajar dari Rumah (BDR).


Bunda Evie, dalam paparan interaktifnya, menyampaikan bahwa setiap orang tua di masa pandemi ini dapat membuat suasana di rumah menjadi nyaman, diantara dengan menyamakan frekuensi keluarga, membuat road map, melakukan evaluasi, berdamai dengan ekspektasi, dan pastikan tetap waras.


“Salah satu cara agar kita sebagai orang tua tetap waras, yaitu dengan menstabilkan emosi anak melalui aktivitas, stimulus, dan bakat. Anak laki-laki kinestetiknya harus tetap disalurkan, utamanya adalah yang berbentuk aktivitas sesuai dengan minatnya. Setiap anak pasti mempunyai minatnya masing-masing yang akan mengarahkan pada bakat. Tugas orang tua adalah berusaha untuk memfasilitasi minat anak,” paparnya.


Lebih lanjut, dijelaskan bahwa anak perlu diberikan waktu untuk refresh diri dengan disertai komitmen dalam menyepakati waktu bersama orang tua. Anak laki-laki tidak bisa dituntut untuk tetap di rumah mengikuti keseluruhan kegiatan sekolah tanpa menyeimbangkan energi yang mereka miliki.


“Jika anak dituntut, dengan tanpa sadar anak akan mudah marah. Turunkan ekspektasi akademik terhadap anak, utamakan kewajiban yang harus dilakukan anak, terutama ibadah,” lanjutnya.


Walaupun antara Pemateri dan wali siswa berjarak jauh, tetapi Bunda Evie tetap menjalin komunikasi dua arah dengan cara bertanya langsung kepada wali santri. Dalam sesi tanya jawab, salah satu wali siswa, Wiwin Putri menyampaikan kesan dalam mengikuti kegiatan Sekolah Inspirasi.


“Alhamdulillah, materi Bunda Evie selalu dinanti. Banyak arahan dan masukan yang dapat langsung diterapkan dalam mendampingi anak belajar di rumah,” ujarnya.


Sumber : Disdik Kbb

×
Berita Terbaru Update