Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Minus 2,19 persen Pada Kuartal lV 2020; BI, Lebih Baik Dari Kuartal Sebelumnya

6 Feb 2021 | 21.54 WIB Last Updated 2021-02-06T14:55:35Z

Illustrasi (photo, dok KASKUS)
 

JAKARTA, NYARINK.COM -- Bank Indonesia (BI) menyatakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2020 menunjukkan berlanjutnya proses perbaikan. Meskipun mengalami kontraksi, pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2020 sebesar minus 2,19 persen (yoy) atau membaik dari pertumbuhan kuartal sebelumnya yang terkontraksi sebanyak sebesar minus 3,49 persen (yoy). 


Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan tren perbaikan pada kuartal IV-2020 tersebut terjadi di hampir seluruh komponen permintaan dan lapangan usaha. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi 2,07 persen sepanjang 2020.


"Ke depan, pertumbuhan ekonomi domestik yang membaik hingga akhir 2020, diprakirakan meningkat secara bertahap pada 2021. Bank Indonesia mengarahkan bauran kebijakan akomodatif serta memperkuat sinergi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk terus mendukung pemulihan ekonomi nasional," ujar Erwin dalam keterangan tertulis yang dikutip Sabtu, 6 Februari 2021. 


Adapun perbaikan ekonomi domestik kuartal IV-2020 ditopang oleh realisasi stimulus dan kontribusi positif sektor eksternal. Konsumsi pemerintah tumbuh positif pada 2020 sebesar 1,94 persen dipengaruhi oleh realisasi stimulus pemerintah, terutama berupa bantuan sosial, belanja barang dan jasa lainnya, serta Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).


Pertumbuhan konsumsi rumah tangga membaik pada kuartal IV-2020, yakni tumbuh minus 3,61 persen (yoy) dari minus 4,05 persen (yoy) pada kuartal sebelumnya, seiring dengan perbaikan mobilitas masyarakat. Secara keseluruhan tahun, konsumsi rumah tangga terkontraksi sebesar 2,63 persen.


Pertumbuhan investasi juga membaik pada kuartal IV-2020, dari minus 6,48 persen (yoy) pada kuartal sebelumnya menjadi minus 6,15 persen (yoy), sehingga secara keseluruhan tahun mengalami kontraksi sebesar 4,95 persen.


Sementara itu, net ekspor tercatat positif ditopang perbaikan kinerja ekspor sejalan dengan perbaikan kinerja perekonomian di beberapa negara tujuan ekspor di tengah masih terbatasnya kinerja impor.


Di sisi lapangan usaha (LU), sebagian besar lapangan usaha mengalami perbaikan pada kuartal IV-2020. LU yang terkait dengan kesehatan dan aktivitas work from home dan school from home tercatat tetap tumbuh positif dan melanjutkan perbaikan, seperti LU Informasi dan Komunikasi dan LU Jasa Kesehatan.


"LU Pertanian dan LU Pendidikan juga mencatatkan pertumbuhan positif. Sementara itu, LU Industri Pengolahan dan LU Perdagangan yang berkontribusi cukup besar pada perekonomian terus melanjutkan perbaikan, meski masih terkontraksi," tutup Erwin.



Sumber : msn.com


×
Berita Terbaru Update