Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Natalius Pigai Ajak Masyarakat Jaga AHY

3 Feb 2021 | 11.52 WIB Last Updated 2021-02-03T04:56:29Z

Natalius Pigai  Mantan Komisioner Komnas HAM (Wikipedia)


NYARINK.COM -- Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai menilai figur Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) pantas sebagai pemimpin Indonesia masa depan yang berkancah dunia.


Untuk itu, Natalius ingin agar masyarakat menjaga AHY sebagai aset terbaik bangsa, dan tidak boleh dimatikan karier masa depan politiknya.


Hal itu diungkapkan Natalius Pigai di akun Twitter pribadinya, pada Selasa 2 Februari 2021.


Cuitan itu dia sampaikan menanggapi isu kudeta pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa dari tangan AHY sebagai Ketua Umum.


"Kita tdk bicara ttg Capres 2024. AHY politikus muda yg akan jadi Pemimpin Indonesia berkelas Dunia. Sy minta Rakyat dr Sabang-Merauke Jaga aset terbaik ini," cuit @NataliusPigai2.


"Tidak boleh dimatikan karier masa depan politiknya. Kalau salah ambil keputusan politik mk kritik saja untuk membesarkannya," tambahnya.


Nama AHY dan Partai Demokrat menjadi perbincangan hangat dalam dua hari ini. Itu setelah putra sulung presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menyebut ada gerakan kudeta yang ingin menggesernya dari kursi pimpinan partai.


AHY menyebut gerakan kudeta ini melibatkan pejabat penting pemerintahan yang berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo.


"Gerakan ini juga dikatakan sudah mendapatkan dukungan dari sejumlah menteri dan pejabat penting di pemerintahan Presiden Joko Widodo," ujar AHY dalam konferensi pers yang digelar Senin, 1 Februari 2021.


Menurut AHY , sosok ini terungkap berdasarkan laporan dan aduan banyak pimpinan serta kader partai pada 10 hari lalu.


"Adanya gerakan dan manuver politik oleh segelintir kader dan mantan kader Demokrat, serta melibatkan pihak luar atau eksternal partai, yang dilakukan secara sistematis," ucapnya.


AHY menyebut keempat pelaku gerakan ini merupakan kader dan mantan kader Demokrat.


"Satu kader Demokrat aktif, satu kader yang sudah 6 tahun tidak aktif, satu mantan kader yang sudah 9 tahun diberhentikan dengan tidak hormat dari partai karena menjalani hukuman akibat korupsi, dan satu lagi mantan kader yang telah keluar dari partai 3 tahun lalu," paparnya.


Sedangkan satu orang lainnya adalah non kader partai yang disebutnya seorang pejabat tinggi pemerintahan.


"Yang sekali lagi, sedang kami mintakan konfirmasi dan klarifikasi kepada Presiden Joko Widodo," imbuhnya.


Dikatakan AHY , kelima orang tersebut melakukan ajakan dan permintaan dukungan untuk mengganti secara paksa Ketum Partai Demokrat, yakni dirinya.


Hal tersebut dilakukan melalui telepon maupun pertemuan langsung kepada sejumlah pimpinan dan kader Demokrat.


"Dalam komunikasi mereka, pengambilalihan posisis Ketum PD (Partai Demokrat), akan dijadikan jalan atau kendaraan bagi yang bersangkutan, sebagai calon presiden dalam Pemilu 2024 mendatang," ungkapnya.


Sumber : PRFM

×
Berita Terbaru Update