Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Bangun Ekonomi Lokal, Pemkot Cimahi Butuh Ide Kreatif

18 Mar 2021 | 18.04 WIB Last Updated 2021-03-18T11:05:03Z

Plt Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan tingkat Kelurahan


CIMAHI, NYARINK.COM -- Plt Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan, saat ini pemerintah membutuhkan ide kreatif dari setiap institusi. Baik itu Kelurahan maupun lembaga mitra pemerintah lainnya. Terutama, yang terkait dengan pembangunan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).


Institusi tersebut, kata Ngatiyana,  nantinya diharapkan mampu memulihkan kembali ekonomi lokal ditengah pandemi Covid-19. Untuk itu, dibutuhkan sinergitas semua instansi dan organisasi terkait, mulai dari ditingkat kelurahan.


Saat ini, sambung Ngatiyana, kesenjangan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat untuk menanggulangi kemiskinan, kian komplekz. Menurutnya, harus ada pembangunan masyarakat model kelembagaan social-ekonomi. Yakni, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapat lapangan kerja dan pendapatan yang layak.


"Masyarakat nantinya harus diberi kebebasan menyampaikan pendapat, berkelompok dan berorganisasi, serta berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan pembangunan," ujar Ngatiyana, usai menghadiri sekaligus membuka  kegiatan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan tingkat Kelurahan Pasirkaliki, di Villa Skaters, Jalan Budi Babakan Loa Kulon, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Kamis ( 18/3/21).


Ia menilai, kegiatan ini sangat penting. Dimana, kelembagaan kelurahan sebagai institusi pemerintahan tingkat terkecil dalam sistem ketatanegaraan yang berlaku di Indonesia. 


“Intinya, kegiatan pada hari ini adalah tentang bagaimana cara memajukan pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat." Tandasnya.


Pihaknya menghimbau, organisasi yang ada di tingkat kelurahan. Baik  kelurahannya itu sendiri maupun  mitra kelurahan seperti LPM, DMI, MUI, karang taruna, PKK, RT dan RW termasuk Babinsa, Bhabinkamtibmas, selalu melakukan koordinasi. 


Berkaitan dengan hal tersebut, ia menyebut terdapat tujuh strategi yang diperlukan dalam peningkatan kapasitas kelembagaan, yang mencakup struktur organisasi/kelembagaan, penguatan organisasi/kelembagaan, keterlibatan organisasi/ kelembagaan, sumber daya manusia, keuangan, kepemimpinan yang strategis, dan manajemen jaringan antar lembaga/organisasi.


Menurutnya, dari ketujuh aspek tersebut, pembangunan sumberdaya manusia merupakan hal yang paling penting. Sebab, sumberdaya yang berkualitas akan mampu mendorong pertumbuhan kearah yang lebih maju dan sejahtera. 


“Organisasi kelurahan ini harus terus dibina sehingga menjadi kekuatan yang mampu membangun wilayahnya sekaligus bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah-tengah pandemic Covid-19 ini. Untuk itu, semua unsur perangkat kelurahan ini harus menjaga kekompakan karena suatu organisasi kalau tidak kompak maka tidak akan berhasil,” tutur Ngatiyana. 


Terakhir, ia mengingatkan kepada  pembina wilayah (Binwil) dalam hal ini OPD, agar memaksimalkan peran dan fungsinya dalam membina kelurahan yang menjadi wilayah binaannya masing-masing. 


“Dinas terkait dan kecamatan, yang mempunya wilayah binaan, harus selalu dikontrol, dikunjungi, dimonitor dan dipantau. Karena itu bentuk pembinaan terhadap kapasitas kelembagaan yang ada di tingkat kelurahan." Tegasnya. 



Sumber : IKPS

Editor : Ink21

×
Berita Terbaru Update