Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Cegah Bencana, GPPL Minta Pemprov Jabar Instruksikan Setiap Kepala Daerah Miliki RTDR

2 Mar 2021 | 20.35 WIB Last Updated 2021-03-03T10:07:07Z

Wakil ketua GPPL Jawa Barat, H. Barkah Setiawan, S.P., MM. 


JAWA BARAT, NYARINK.COM -- Wakil ketua Gerakan Pemuda Pemuda Lingkungan (GPPL) Jawa Barat H. Barkah Setiawan, S.P., MM. mengaku sangat prihatin melihat kondisi lingkungan alam di wilayah Jawa Barat (Jabar) saat ini. Terjadinya banjir dan lonsor yang menerjang sebagian wilayah Jabar baru-baru ini, boleh jadi akibat lingkungan yang semakin rusak.


Barkah Setiawan,  yang juga Pendiri GPPL Jabar ini menilai, kejadian bencana kemarin bukan hanya lantaran hujan atau faktor alam saja, melainkan karena kelalaian dan kurangnya kepedulian manusia terhadap alam sekitarnya. 


"Kami melihat, bencana yang terjadi kemarin bukan hanya disebabkan faktor alam saja. Tapi pohon yang  bisa menyerap dan menahan airnya samakin berkurang, bahkan pohon yang ditanam kembali untuk menghijaukan hutan masih banyak ditanami pohon yang produktif. Harusnya ada tanaman yang juga tidak produktif.Misalnya pohon beringin," ungkap Barkah, saat ditemui. Selasa (02/03/21).


Karena jika masih banyak tanaman yang produktif, lanjutnya, akan memberi peluang dan memudahkan untuk dilakukan penebangan oleh masyarakat bahkan oknum dengan alasan ekonomi. Menurutnya tidak ada yang salah, tapi baiknya diimbangi dengan tanaman yang tidak produktif.


Ia berpendapat, tanaman tidak produktif itu selain berumur panjang, juga bisa menyerap dan menyimpan air sebagai cadangan. Selain itu, bisa mengembalikan ekosistem yang hilang.


“Kami minta pihak terkait seperti Perhutani dan Dinas lingkungan hidup  Jabar  untuk kembali mempertimbangkan saat menghijaukan hutan. Yang ditanam jangan hanya tanaman yang produktif saja, tapi pohon yang tidak produktif juga harus ada agar tidak mudah di tebang dan untuk dimanfatkan oleh segilintir masyarakat,” tegas Ketua Ikatan Alumni Universitas Winayamukti ini. 


Selain masyarakat dan instasi terkait, kata dia, perusahaan air mineral yang selama ini mengeksploitasi air juga harus ikut bertanggung jawab dalam memelihara lingkungan dimana perusahaan itu mengambil sumber air.


“Kami tak ingin cuma  eksploitasi airnya saja, perusahaan air mineral yang sudah dilegalkan itu juga harus mau melestarikan hutan sebagai sumber cadangan air," cetusnya.


Bahkan seharusnya, lanjut dia, Pemprov Jabar harus punya andil besar terhadap kepedulian lingkungan. Yakni dengan cara menekan kepala daerah Kota/Kabupaten di Jabar agar memiliki Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), tak hanya sekedar Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) saja.


Dengan begitu, katanya, pembangunan yang ada di masing-masing daerah bisa dibatasi. Pihaknya ingin hutan yang ada di Jabar, 40 persennya adalah tanaman yang tidak produktif.


GPPL bersama stake holders lingkungan di Jawa barat akan terus mengingatkan sekaligus mengajak untuk melakukan pengawasan terhadap kegiatan pembangunan yang berpihak kepada lingkungan.     


“Pembangunan memang harus, tapi jangan sampai mengabaikan soal lingkungan, begitupun dengan kebijakan pemerintahan." Pungkasnya.

 

Editor : Ink21

×
Berita Terbaru Update