Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Frezza, Peran Pemuda Sebagai Tulang Punggung Masih di Yakini Hingga Kini

8 Apr 2021 | 00.43 WIB Last Updated 2021-04-07T17:45:53Z

Frezza Poncoario Pangestu, Ketua Generasi Muda Kosgoro
 

CIMAHI, NYARINK.COM -- Sejak dulu hingga kini, para pemimpin masih meyakini jika para pemuda bisa menjadi tulang punggung. Untuk itu, negara-negara maju di seluruh dunia memberikan perhatian khusus bagi pengembangan sumber daya manusia khususnya pemuda.


Menurut Frezza Poncoario Pangestu, Ketua Generasi Muda Kosgoro, ndonesia sebagai salah satu negara berkembang, juga perlu secara bertahap dan konsisten  memberikan perhatian khusus terhadap para pemudanya.

 

Artinya, kata Frezaa, pemuda dituntut peranannya sebagai penentu nasib bangsa kedepan. Tanpa disadari, banyak pemuda yang tidak mengetahui apa peran mereka. Padahal, mereka memiliki peranan yang sangat penting, sehingga hanya merekalah yang bisa menentukkan masa depan dari bangsa. 


Dalam konstitusi tepatnya Peraturan Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Nomor 11 tahun 2017 dan Undang-Undang Nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan, bahwa pemuda yang dimaksud ialah penduduk berkewarganegaraan berusia rentang 16 sampai 30 tahun, yang memiliki amanah utama dalam melakukan penyadaran, pemberdayan dan pengembangan dalam ruang lingkup masyarakat serta berkontribusi terhadap lingkungan sekitar di bidang ekonomi, politik, sosial, budaya dan lain-lain.


"Sekarang pertanyaan baru pun muncul, bagaimanakah pemuda memaksimalkan peran dan fungsinya serta potensi yang dimiliki dalam menghadapi tantangan kekinian. Kaitannya dengan kondisi berbangsa dan bernegara yang terus mengalami perubahan nan dinamis?. Untuk menjawabnya, kita perlu sejenak memahami perubahan yang saat ini pun terus terjadi, seperti yang sudah kita ketahui bersama dunia saat ini telah mengalami proses transformasi dari era kuno menjadi era dengan serba digitalisasi dengan dukungan perkembangan teknologi dan informasi yang begitu massif, secara tidak langsung mempengaruhi semua aspek kehidupan tidak terkecuali mobilitas pemuda saat ini." Tuturnya. Rabu (07/4/21).


Dalam hal ini, lanjut dia, pemuda juga dituntut untuk terus menelurkan gagasan/ide, meningkatkan kualitas dan kapabilitas diri, mampu beradaptasi dengan pengetahuan-pengetahuan baru, yang nantinya diharapkan pemuda dapat terus mewujudkan inovasi-inovasi sekaligus menjadi problem solving dari setiap tantangan dan rintangan yang terhampar dipelupuk mata.


Menurutnya, Ini salah satu entry point yang dimaksud yaitu perihal perubahan dan tantangan yang dimaksud, yang harus diterima oleh pemuda yang termasuk dalam era saat ini.


"Seperti halnya teori yang sudah sering kita dengar dari seorang ahli dari Inggris, yaitu Thomas Hobb, bahwa  sesungguhnya manusia itu sendiri memiliki dua variable entitas yaitu sebagai entitas individu dan entitas komunal/kelompok. Jika merujuk pada teori lawas ini dapat kita menduga bahwa untuk melakukan lompatan besar termasuk juga sebuah perubahan, akan jauh lebih efektif jika dilakukan oleh manusia yang berkelompok atau secara bersama-sama, tidak terkecuali casenya kalau kita tujukan terhadap pemuda. Jika pemuda ingin mewujudkan sebuah perubahan yang monumental, dengan gagasan/prinsip/idenya juga ikut terakomodir, sekiranya pemuda perlu melakukannya secara bersama-sama, nah, apakah dengan cara bersama cukup untuk menggapai tujuan tersebut? Disinilah kita perlu satu variabel lagi, yaitu variabel pemimpin," terangnya.


Jadi, katanya, pemimpin harus  memenuhi beberapa prasyarat ; Pertama, memiliki visi yang jernih. Sebagai seorang pemimpin, itu harus memiliki target yang jelas sehingga sistem kerja dapat disusun dengan baik dan dengan tahapan yang berkesinambungan. Kedua, memiliki kegigihan untuk mencapai target, Ketiga, bersikap kritis dan analistis. Mengapa harus demikian? Karena sebagai seorang pemimpin yang baik, sudah menjadi sebuah keharusan untuk menggunakan pola fikir yang sistematis, sehingga dapat merumuskan sebuah tindakan nan solutif dalam keadaan apa pun. Keempat,, sarat akan pengetahuan dan memimpin dengan memberikan contoh bukan hanya dengan intruksi. Kelima, membangun hubungan yang kuat dengan orang-orang sekitarnya. 


"Dengan kata lain, kita sebagai pemimpin harus memiliki integritas agar dapat dipercaya. Jadidengan kata lain, kunci kesuksesan pembangunan sebuah negara beserta dengan pembangunan sumber daya manusianya adalah terletak pada kemampuan pemudanya untuk mengelaborasi kapasitas, kapabilitas dengan dipadu gagasan yang visioner serta besinergi dengan keadaan atau tantangan yang secara konstan terus mengalami perubahan, semua itu jika para pemuda dipimpin oleh seorang pemimpin yang memenuhi kualifikasi seperti yang telah dijabarkan." Pungkasnya.


Editor : Ink21

×
Berita Terbaru Update