Notification

×

Iklan

Indeks Berita


Terinspirasi Kartini, Aida: Perempuan Harus Makin Banyak Andil di Legislatif dan Eksekutif

21 Apr 2021 | 23.29 WIB Last Updated 2021-04-22T00:34:31Z

Anggota DPRD Kota Cimahi, Dra. Aida Cakrawati Konda (foto, Fraksi DPRD)

CIMAHI, NYARINK.COM -- Sabagai perempuan yang saat ini menjadi anggota DPRD Kota Cimahi, Dra. Aida Cakrawati Konda, asal partai Demokrat ingin mengajak kembali kaum wanita di Kota Cimahi, untuk mengisi dan mengambil kesempatan yang telah dibuatkan jalan oleh Raden Ajeng Kartini.

Menurutnya, perempuan sekarang mesti bersyukur dan berterima kasih kepada Raden Adjeng Kartini sebagai pahlawan perempuan di Indonesia. Sebab, Wanita kelahiran Jepara ini telah menjadi pelopor kebangkitan bagi kaum wanita di Indonesia.

"Sekarang, kita sebagai perempuan harusnya pandai mengambil kesempatan yang sudah di beri jalan oleh Raden Ajeng Kartini. Berkat jasanya, makanya pada setiap 21 April selalu diperingati sebagai hari Kartini," tutur Aida, usai membagikan Ta'jil dikawasan Bundaran jalan Leuwigajah, pada Rabu (21/4/21).


Dra. Aida Cakrawati Konda dan tim tampak tengah membagikan ta'jil di kawasan Bundaran Leuwigajah, Kota Cimahi

Diketahui, sejak saat itu kaum wanita diberikan kesempatan yang sama dengan kaum laki-laki. Kini, baik di Eksekutif maupun Legislatif wanita diberikan hak yang sama.

"Kaum wanita di Indonesia umumnya, dan khususnya di Kota Cimahi sekarang diberi kesempatan yang seluas-luasnya agar bisa berperan aktif. Baik di eksekutif maupun legislatif sabagai pendamping didalam pengambil keputusan." Ujarnya. 

Namun ia mengingatkan, sebelum menuju kesana para wanita harus membekali dirinya agar bisa mensejajarkan dengan kaum laki-laki. 

"Jangan sampai hanya ingin diakui keberadaannya saja,  tapi tidak di imbangi dengan kemampuan yang mumpuni," cetusnya.

Untuk itu, ia mengingatkan kepada para remaja putri atau perempuan pada umumnya jangan sampai terlena, tapi harus mau bekerja keras terus mencari ilmu untuk mencerdaskan diri dari sekarang.

"Kalau perempuan cerdas bukan bermaksud untuk bersaing dengan laki-laki, justru nanti kita bisa menemani dan medampingi  dalam setiap pengambilan keputusan dalam setiap kebijakan." Paparnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan dengan Undang-undang Pileg sekarang makin memperluas kesempatan kaum wanita untuk berperan aktif. Hal tersebut ditandai, dangan adanya syarat minimal 30 persen keterwakilan perempuan oleh calon peserta partai politik.

Dikatakannya, agar bisa mempengaruhi  pada setiap kebijakan, maka keterwakilan wanita tidak boleh kurang dari 30 persen. Jika kurang, katanya, maka tidak bisa menpengaruhi atau bahkan mewarnai dalam setia kebijakan yang bakal di ambil.

Oleh sebab itu, ia menghimbau agar para perempuan kedepan banyak yang mempunyai peranan dalam setiap keputusan. Karena jika tidak, nasib kebutuhan perempuan akan semakin sulit untuk terpenuhi. 

"Bukan berarti laki-laki tidak peduli, tapi yang lebih paham kebetuhan perempuan itu, ya perempuan. Dan kalau kebutuhan perempuan terpenuhi, selain akan sehat juga bisa memenuhi kebutuhan anaknya yang perempuan atau laki-laki dan suami yang juga laki-laki." Pungkasnya.


Editor : Ink21


×
Berita Terbaru Update