Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Ada Pria Berinisial R di Balik aksi Nani Aprilliani, Pengirim Takjil Sate Beracun

4 Mei 2021 | 10.28 WIB Last Updated 2021-05-04T03:30:44Z

Foto detik.com (cuplikan video)

Yogyakarta - Polisi menyebut ada pria berinisial R di balik aksi Nani Aprilliani (25) mencampurkan racun sianida ke makanan. Motif takjil sate beracun ini pun karena Nani sakit hati dengan Tomy yang sudah menikahi wanita lain.


Sementara R disebut polisi menyukai Nani. Nani sendiri mengaku tidak suka dengan R. Lantas apakah ada cinta segi empat?


"Saya belum menyimpulkan sampai situ," kata Direskrimum Polda DIY, Kombes Burkan Rudy Satria saat dimintai konfirmasi detik.com Senin (3/5/2021).


Burkan menyebut saat ini pihaknya masih memburu R yang disebut menyarankan Nani memberi pelajaran kepada Tomy dengan memberikan kalium sianida yang dicampur dengan makanan. Polisi pun masih memburu sosok R itu.


"Belum, kita belum ada tanda-tanda (sosok R)," jelas Burkan.


Sementara itu saat ditanya hubungan Nani dengan Tomy, Burkan juga belum banyak memberikan keterangan. Pihaknya mengaku belum mendalami berapa lama hubungan antara Nani dengan Tomy si target penerima takjil sate beracun.


"Saya belum menggali sejauh itu. Ngomongnya masih sepotong-sepotong," jelas Burkan ketika ditanya lama hubungan antara Nani dengan Tomy.


Sebelumnya diberitakan, aksi Nani mencampurkan racun sianida ke makanan ini ternyata disarankan oleh R. R disebut merupakan salah seorang pelanggan salon, tempat Nani bekerja.


"Kemudian ada salah satu pelanggan salon berinisial R yang suka terhadap tersangka (Nani). Tetapi tersangka tidak suka dengan R. Karena tersangka menyukai pelanggan lain T (Tomy)," ujar Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Senin (3/5).


Ngadi menyebut setiap Nani dan Tomy memiliki permasalahan, tersangka selalu bercerita kepada R. Hingga akhirnya R menyarankan Nani untuk memberikan pelajaran lewat makanan yang dicampur dengan kalium sianida (KCN).


"Akhirnya tersangka mengikuti anjuran R dengan jalan membeli KCN secara online. KCN tersebut kemudian dicampurkan di dalam bumbu sate ayam yang sudah dibeli sebelumnya oleh tersangka," ujarnya.


Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono menambahkan bahwa racun sianida tersebut dipesan oleh Nani melalui aplikasi online, pada 28 Maret 2021. Dalam riwayat pembelian melalui e-commerce itu pesannya sodium sianida.


×
Berita Terbaru Update