Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Wisata Dibuka, Kendaraan Selain Pelat D Diminta Putar Balik

Minggu, Mei 16, 2021 | 12.13 WIB Last Updated 2021-05-16T05:18:00Z

Keseruan bermain salju di wahana snow park yang hanya ada di objek wisata Panama Park 825, Bandung.* /Disbudpar.go.id
NYARINK.com - Sejumlah kendaraan berpelat nomor selain D yang menuju kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, diminta putar balik pada Sabtu (15/05/2021). 


Pelat D diketahui merupakan kode kendaraan untuk wilayah Bandung, Cimahi, Bandung Barat.


Kendaraan selain pelat D itu diminta putar balik lantaran tak memiliki kelengkapan surat seperti hasil tes antigen dan surat keterangan keluar masuk daerah.


"Penyekatan dilakukan karena khawatir ada pergerakan yang akan mudik. Sekarang ditiadakan mudik mungkin juga berimplikasi ke tempat wisata. Oleh karena itu, tempat wisata juga kita early warning seperti rapid antigen dan sosialisasi protokol kesehatannya," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Jabar Dedi Taufik.


Diketahui terdapat tiga destinasi wisata favorit di kawasan Lembang yakni Grafika Cikole, The Lodge Maribaya, dan Farmhouse Lembang.


Menurut Dedi, pihaknya harus segera mengantisipasi potensi lonakan kunjungan wisatawan di tempat-tempat tersebut selama masa libur Lebaran. Sebab, Lembang kini sudah berada di zona oranye atau risiko sedang usai sempat masuk zona merah atau risiko tinggi covid-19.


Selain itu, lanjut Dedi, pihaknya juga menggelar tes antigen acak di seluruh titik wisata di Jabar. Upaya tes acak ini telah dilakukan sejak masa pengetatan mudik 5 Mei lalu dengan 37 ribu antigen dari Pemprov Jabar yang disebar di seluruh kabupaten/kota.


Pihaknya juga mengklaim selalu mengawasi dan mengevaluasi pengelola sektor pariwisata tentang protokol kesehatan yang diterapkan untuk melayani wisatawan.


Di Jabar tercatat sudah ada 772 tempat wisata yang memiliki sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability).


Dedi pun meminta pengawasan protokol kesehatan bagi wisatawan harus ketat dan sesuai aturan pemerintah.


"Dari Kota Bandung, Kebun Binatang, dan El Dorado itu sudah ada peningkatan. Di Farm House dan beberapa titik lainnya juga sudah ada pergerakan. Jadi kita perlu ketat, jangan sampai ada klaster baru" tuturnya.


Selain imbauan kepada pada pengelola sektor pariwisata, Dedi mengatakan, pengunjung yang datang harus juga tertib memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.


"Kapasitas tempat wisata harus 30 persen. Kalau sudah over harus tidak didatangi oleh para pengunjung," ucapnya.


Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) dibantu Satlantas Polrestabes Bandung yang melakukan penjagaan di check point sekitaran kawasan Setiabudhi depan terminal Ledeng, juga melakukan pendataan kendaraan.


Bidang Pengendalian dan Keterlibatan Transportasi Dishub Kota Bandung, Sekar Tyas menuturkan, volume kendaraan yang melintas dari Bandung ke arah Lembang mulai meningkat dengan didominasi kendaraan roda empat.


"Sampai pukul 14.00 kami mendata sudah ada 340 kendaraan yang diperiksa pada sif pertama ini. Dari total tersebut, 40 kendaraan kami putar balik. Rinciannya, mobil 32 unit dan motor 8 unit," kata Sekar.


Kendaraan itu diminta putar balik karena tak mampu menunjukkan kelengkapan berkas perjalanan seperti hasil tes antigen, kartu identitas, dan izin bepergian yang diatur pemerintah.


Meski begitu, terdapat sejumlah kendaraan yang mendapat pengecualian untuk melanjutkan perjalanannya.


"Sebanyak 296 kendaraan kami kecualikan karena mereka ada keperluan mendesak dan mereka mampu menunjukkan kelengkapan surat yang diperlukan untuk melanjutkan perjalanan," ungkap Sekar.


Editor: Warsono
Sumber: CNN


×
Berita Terbaru Update