Notification

×

Iklan

Indeks Berita


Nasib Warga Cihonje Kota Cimahi Makin Memprihatinkan

22 Jun 2021 | 17.39 WIB Last Updated 2021-06-22T10:39:55Z

Situasi rumah warga Cihonje Kelurahan Utama yang terdampak mega proyek KCIC

NYARINK.com -- Meski berbagai upaya sudah dilakukan, warga Kampung Cihonje Rt 4 Rw 16 Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, yang terkena dampak mega proyek KCIC masih belum mendapatkan pergantian.


Kondisi mereka sejauh ini sudah sangat mengkhawtirkan, terlebih jika hujan datang warga yang terdampak pasti harus berjibaku dengan banjir.


“Kapan kami dapat merasakan jika hujan turun rumah kami tidak kebanjiran? Sampai istri saya yang sedang hamil pingsan, masa tega melihat penderitaan kami," ujar Jaka, salah satu warga yang terdampak. Selasa (22/6).


Jaka mengaku, acap kali akan turun hujan dirinya dan keluarga harus mengemas barang-barang yang ada didalam rumah untuk diamankan agar tidak kebanjiran.


“Apalgi sekarang istri saya sedang hamil dan sakit kerena kecapean seminggu kebelakang hujan terus”, keluhnya.


Kendati permasalahan ini sudah diketahui pihak pemerintah Kota dan DPRD Kota Cimahi, lanjut dia, namun keluarganya dan warga yang lain belum mendapatkan konpensasi yang diharapkan.


“Berbagai upaya sudah kami lakukan, namun sampai saat ini belum juga ada bantuan, bahkan penyelesaiannya”, ucapnya.


Malah pada pemberitaan sebelumnya (red) Komisi 1 DPRD Cimahi telah memanggil pihak KCIC untuk dimintai keterangan. Malah pimpinan Komisi l Hendra Saputra saat itu berjanji akan melakukan sidak agar bisa melihat langsung untuk membantu keluarga korban.


“Waktu itu sudah kami keluhkan ke DPRD, tapi mana, mereka sampai saat ini belum juga datang untuk melihat”, ketusnya.


Sementara pihak pemerintah,  beberapa waktu yang lalu memang pernah ada yang datang. Tetapi sejak peninjauan itu hingga kini belum ada perkembangan.


“Kami hanya pertanyakan  penyelesaiannya, kami benar-benar berharap kepada pihak terkait agar kiranya dapat membantu keluarga kami untuk menyelesaikan permasalahan ini," imbuhnya.


Dalam surat edaran Walikota Cimahi tertanggal 08 Juli 2020, nomor 5516/1980/DPUPR. Perihal: Dampak Pembangunan Proyek KCJB di Kelurahan Utama. Dan Berdasarkan surat dari Lurah Utama, kecamatan Cimahi Selatan, nomor 600/23/Sarpras tanggal 27 Januari 2020 Hal permohonan, dampak dari pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) di Rt.04 Rw.16 Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, sebagai berikut:


1. Terjadi Banjir/Genangan air di Rt.04 Rw.16 dengan ketinggian air 50 cm hingga 100 cm akibat dari urugan kegiatan pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta Bandung.
2. Genangan air tersebut berdampak paling parah terhadap 4 (empat) rumah milik:
a. Bapak Engkus
b. Bapak Pepen
c. Bapal Mimi
d. Bapak Atang
3. Kondisi 3 rumah yang terkena Banjir/Genangan air sudah tidak dapat di tempati dan sampai saat ini anggota keluarga yang terdampak sudah mengungsi/menyewa ditempat lain.


Sementara Pepen, salah satu nama warga yang tercantum dalam surat edaran tersebut mengaku selama ini sudah melaporkan, berjuang dan berdoa tapi hasilnya masih nihil.


"Saya sudah laporkan dan perjuangkan tapi sampai saat ini belum juga ada tanggapan. Kami heran, apakah pemerintah takut untuk mengajukan atau tidak mempunyai kekuatan," ujar Pepen.


Apalagi, lanjut Pepen, mega proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau KCIC yang jalurnya melintasi wilayah Rt 4 Rw 16 tersebut sudah selesai, tapi masih meninggalkan permasalahan. Khawatir makin sulit sehingga permasalahannya makin terus berlarut-larut dan tidak terselesaikan. (Ink21)


×
Berita Terbaru Update