Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Antispasi Pengangguran, Disnaker Kota Cimahi Kembangkan Sidakep

Sabtu, Juli 24, 2021 | 23.14 WIB Last Updated 2021-07-26T14:26:36Z

Illustrasi, (foto, Radar Karawang)

NYARINK.COM - Hingga masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, angka pengangguran di Kota Cimahi alami kenaikan yang signifikan.


Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi, Yanuar Taufik, Hal tersebut terjadi selain ketersedian lahan pekerjaan yang semakin terbatas, juga ordernya yang kian merosot. Dampaknya, para karyawan banyak yang di PHK.


Belum lagi, banyak lulusan baru SMA/SMK dan lulusan perguruan tinggi. Sehingga Kota Cimahi menjadi rangking ke dua setelah Kabupaten Bogor untuk angka pengangguran tertinggi se-Provinsi Jawa Barat.


"Sampai sekarang, tenaga kerja belum banyak dibutuhkan. Karena perusahaan sendiri kekurangan order. Otomatis tenaga kerja juga dikurangi, bahkan tidak sedikit yang di PHK." kata Yanuar Taufik, saat ditemui.  Jumat (23/7/21).


Yanuar menyebut, jumlah pekerja yang dirumahkan awalnya mencapai 6.332 orang, lulusan SMK 5.034 orang, dan SMA mencapai 2.883 orang. Sedangkan, jumlah lulusan perguruan tinggi belum diketahui. Jadi, sementara jumlah angka pengangguran di Kota Cimahi mencapai 14.249 orang.


Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) penambahan jumlah angka pengangguran pada tahun 2019 mencapai 23.960 orang. Masuk di awal pandemi covid-19 angkanya menambah 15.095 orang.


"Jadi kalau dipresentasikan sekira 13,30 persen dari tahun 2019 sampai tahun 2020," jelasnya.


Untuk mengantisipasi, pihaknya sedang mengembangkan Sistem Integrasi Data Ketenagakerjaan dan Pelatihan (Sidakep). Program ini merupakan hasil dari dua sistem yang bakal di sinergikan, yakni dari aplikasi Silima (Sistem Link and Match) yang memiliki data website nya dan Chimasistaker (Cimahi Sistem Ketenagakerjaan).


"Nanti para calon pencari kerja akan bersinergi dengan Sidakep. Nantinya, siapapun bisa mengakses linknya. Disana ada berbagai macam informasi, seperti penyelenggaraan pelatihan dan lainnya." paparnya.


Dikatakannya, aplikasi Sidakep ditargetkan bisa selesai 2 atau 3 bulan kedepan. Ia berharap, semoga dalam masa pengembangan Sidakep bisa terkumpul data-data yang positif dan mandiri.


"Mudah-mudahan pelatihan semisal seperti kuliner, mampu menarik perhatian semua orang. Harapannya bisa membuka lapangan pekerjaan dengan kemampuannya masing-masing," ungkapnya.


Dikatakan Yanuar, pihaknya juga akan membuka peluang pekerjaan hingga luar negeri, melalui jalinan kerjasama antar pemerintah. Namun, sebelumnya para calon pekerjan harus dibekali kemampuan melalui pelatihan, sesuai kebutuhannya. (ink21).


×
Berita Terbaru Update