• Senin, 4 Juli 2022

Sejarah, Profil Istri Sunan Gunung Jati Rara Tepasan

- Kamis, 30 Desember 2021 | 13:39 WIB
Illustrasi istri Sunan Gunung Jati, Rara Tepasan
Illustrasi istri Sunan Gunung Jati, Rara Tepasan

 

Nyarink.com - Rara Tepasan adalah satu-satunya istri Sunan Gunung Jati yang berdarah Jawa, beliau dikisahkan sebagai istri yang paling cerdas dari istri-istri Sunan Gunung Jati lainnya. Beliaulah yang belakangan dikenal sebagai seorang yang berperan besar terhadap tata kelola dan penerapan adat-istiadat di Keraton Kesultanan Cirebon

Pada mulanya tata kelola Keraton Cirebon menggunakan adat istiadat Sunda, hal ini dikarenakan pendiri Kesultanan Cirebon (Cakrabuana) adalah pangeran dari Kerajaan Sunda oleh karena itu tata kelola pemerintahan termasuk didalamnya tata kelola Keraton dikelola dengan mencontoh tata kelola yang berlaku di Kerajaan Sunda. 

Setelah Sunan Gunung Jati memperistri Nyimas Rara Tepasan tata kelola pemerintahan Cirebon khususnya tata kelola Keraton menjadi berubah 90 drajat. Sebab ditangan Rara Tepasan adat istiadat lama diganti dengan adat istiadat baru dari tanah kelahirannya, beliaulah yang mengubah adat istiadat itu, Rara Tepasan adalah seorang Puteri Jawa, beliau merupakan anak Ki Gede Tepasan dari Majapahit[1].

Baca Juga: Sayur - Sayuran Sering Saja Dimakan Tapi Tidak Tau Manfaatnya, Ini Dia Penjelasannya?

Setalah menjadi Istri Sunan Gunung Jati, beliau dikisahkan sangat berpengaruh sekali dalam mengatur tata kelola keraton, beliau sedikit demi sedikit menerapkan budaya Jawa dalam tata kelola Keraton Cirebon yang pada kemudianya menghilangkan adat istiadat Sunda yang telah lama diterapkan didalam lingkungan Istana.

Pemberlakuan penetepan adat istiadat Jawa yang dilakukan oleh Rara Tepasan di lingkungan Keraton Cirebon dikabarkan mendapatkan persetujuan langsung dari Sunan Gunung Jati. Sehingga tidak ada satupun orang yang berani mempermasalahkannya.

Perkawinan Dengan Sunan Gunung Jati

Kisah perkawinan Sunan Gunung Jati dengan Rara Tepasan yang dikisahkan dalam beberapa Naskah Cirebon[2] terbilang melankonis, sebab diceritakan bahwa, ketika berada di Majapahit, Rara Tepasan melihat cahaya putih yang memancar dari arah barat laut (Maksudnya Bhumi Sunda/Cirebon), sehingga ia ingin sekali melihat dan menemui cahaya itu. Iapun bersumpah jika sumber cahaya tersebut merupakan seorang perempuan akan dijadikan saudaranya, jika laki-laki akan dijadikan suaminya. 

Baca Juga: Polsek Batang Kuis Amankan Tersangka pencuri kendaraan sepeda motor

Halaman:

Editor: ink1

Sumber: Sejarah Cirebon

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Fenomena Langka Alam Semesta

Kamis, 23 Juni 2022 | 08:51 WIB

Bahasa Sunda Salah Satu Bahasa Tertua di Dunia

Sabtu, 29 Januari 2022 | 18:58 WIB

Masih Ngiler, Anda Harus Baca Hal Berikut ini

Rabu, 19 Januari 2022 | 21:31 WIB

Sejumlah Pertanyaan Kecantikan Yang Banyak di Cari

Senin, 17 Januari 2022 | 20:39 WIB

Ketika Rejekimu Habis Maka Ajal Pun Tiba

Selasa, 4 Januari 2022 | 16:16 WIB

Sebelum Bepergian, Bacalah Doa Shahih Berikut

Selasa, 4 Januari 2022 | 15:42 WIB
X