• Jumat, 22 Oktober 2021

Satgas Antirentenir Akui Terima 7.321 Aduan Korban Rentenir

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 01:02 WIB
Ketua Satuan Tugas Antirentenir Atet Dedi Handiman
Ketua Satuan Tugas Antirentenir Atet Dedi Handiman

Bandung, Nyarink.com - Satuan Tugas (Satgas) Antirentenir Kota Bandung menerima 7.321 pengaduan dari masyarakat sejak 2018 hingga Oktober 2021. Pengaduan tersebut terkait warga yang merasa jadi korban rentenir atas utang yang dipinjamnya.

Ketua Umum Satgas Antirentenir Kota Bandung, Atet Dedi Handiman pada acara Bandung Menjawab, Kamis (14 Oktober 2021), di Auditorium Rosada Balai Kota Bandung mengungkapkan, hasil analisa dari pengaduan tersebut, sekitar 6 persen meminjam untuk dana pendidikan, berobat (3 persen), usaha (49 persen), kebutuhan konsumtif (2 persen), dan biaya hidup sehari-hari (33 persen).

"Karena itu, dalam Keputusan Walikota, Satgas melibatkan OPD untuk tindak lanjut. Misalnya di pendidikan itu ada akses pendidikan gratis oleh Dinas Pendidikan. Warga yang berobat ke Dinas Kesehatan," ungkap Atet.

Baca Juga: Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung Terus Menyosialisasi Mitigasi Bencana

Menurut Atet, dari jumlah 7.321 orang yang merasa menjadi korban tersebut, yang mendapat akses dari pinjaman online (pinjol) sekitar 4.000an. Sedangkan sisanya dari rentenir perorangan atau yang berkedok koperasi dan ilegal.

"Kebanyakan ternyata koperasi-koperasi yang berpraktek sebagai rentenir itu bukan koperasi di Kota Bandung, dari luar kota. Jadi kita untuk melakukan tindakan yuridis sesuai dengan perkoperasian yang menjadi kewenangan dinas itu agak sulit," katanya.

"Tapi kemarin ada 16 koperasi di kota Bandung tapi tingkah lakunya, contoh Koperasi itu tidak boleh mencari nasabah untuk pinjaman, nasabah Koperasi itu harus ada RAT (Rapat Anggota Tahunan) dulu. Kalau koperasi sudah mencari nasabah untuk siapa yang mau membutuhkan dana itu indikasinya sudah berpraktek rentenir," lanjutnya.

Atet mengungkapkan untuk pinjol, temuannya sudah cenderung melakukan pemerasan. Dari pinjaman awal yang kecil dengan bunga besar sekitar 10-30 persen.

"Ada yang kita selesaikan, cut off, misal utang si A Rp2 juta, karena bunganya sudah dianggap wajar sekian persen. Dan si peminjam sudah sepakat itu di-cut off bahwa utang dia sudah tidak bisa lebih. Mereka menandatangani dan melakukan kesepakatan," katanya.

Halaman:

Editor: Bangzays

Sumber: Humas Kota Bandung

Tags

Terkini

Ngatiyana Jelaskan Makna Santri Jiwa Raga

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:54 WIB

Kades Lembang Apresiasi Warga Peringati Maulid Nabi

Jumat, 22 Oktober 2021 | 15:26 WIB

Pemkot Cimahi Akan Tangani Banjir di Beberapa Titik

Kamis, 21 Oktober 2021 | 22:19 WIB

Kelompok Tani Renjani Siap Wujudkan Gagasan DPC AWI

Rabu, 20 Oktober 2021 | 22:50 WIB

Bulan Dana PMI Cimahi Resmi di Buka

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:00 WIB
X