• Rabu, 26 Januari 2022

Perokok Siap-siap Rogoh Kocek Lebih Dalam

- Senin, 3 Januari 2022 | 17:22 WIB
Gambar illustrari rokok
Gambar illustrari rokok

Nyarink.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan bahwa kenaikan cukai rata-rata rokok mencapai 12 persen.

Semua itu dimaksudkan, sebagai upaya pengendalian konsumsi sebagaimana diamanatkan Undang-undang Cukai tersebut.

Imbasnya awal tahun baru 2022, para pecinta rokok atau para 'ahli hisap' harus merogoh kantong lebih dalam untuk membeli sebungkus rokok.

“Tapi untuk Sigaret Kretek Tangan (SKT), Presiden meminta kenaikan 5 persen, jadi kita menetapkan 4,5 persen maksimum,” ujar Sri Mulyani, Senin 3 Januari 2022, dikutip melalui laman resmi dari kemenkeu.go.id.

Baca Juga: Evaluasi Kebutuhan Honorer Masin-masing OPD, Pj Sekda : Itu Amanat PP, Bukan Kebijakan Bupati

Baca Juga: Pemkab Bengkalis Hasilkan Ratusan Juta Dari Restribusi Menara Telekomunikasi

Semisal, spesifkasi kenaikan sigaret putih mesin golongan I mengalami kenaikan 13,9 persen. Jadi harga jual eceran per batang yaitu Rp 2.005 dan per bungkus atau 20 batang Rp 40.100.

Selain itu, setelah kenaikan tarif cukai di tingkat pengecer paling bawah, harga rokok yang biasa diprediksi bisa mencapai Rp 23 ribu untuk kemasan 12 batang.

Editor: ink1

Tags

Artikel Terkait

Terkini

CFG Football Ternyata Aplikasi Investasi Bodong

Senin, 24 Januari 2022 | 18:04 WIB

Perokok Siap-siap Rogoh Kocek Lebih Dalam

Senin, 3 Januari 2022 | 17:22 WIB

Penjual Dawet Cantik di Purworejo Jadi Sorotan

Minggu, 2 Januari 2022 | 18:01 WIB

BPK Susur Kartu Prakerja, Ternyata Hasilnya Ini!

Sabtu, 11 Desember 2021 | 07:20 WIB
X