• Rabu, 26 Januari 2022

Kemenkeu: Patroli Laut Bea Cukai Telah Lakukan 321 Penegahan

- Jumat, 7 Januari 2022 | 17:25 WIB
Kinerja pengawasan yang dilakukan oleh Bea Cukai
Kinerja pengawasan yang dilakukan oleh Bea Cukai

Jakarta, Nyarink.com – Sampai dengan Desember 2021 pelaksanaan kegiatan patroli laut Bea Cukai telah melakukan 321 kali penegahan. Perkiraan nilai barang mencapai Rp3.560.538.567.349, dengan potensi kerugian negara sebesar Rp906.159.211.965.

Pada pelaksanaan operasi JS dan JW tahun 2021, Bea Cukai telah berhasil melakukan 16 kali penegahan dengan beberapa penegahan yang menonjol. Salah satunya, penegahan KLM. Tohor Jaya di perairan Pulau Burung, Riau yang membawa 17 Kg narkotika jenis methampetamine dan 1.000 butir happy five.  

Selanjutnya, Bea Cukai juga berhasil melakukan penegahan terhadap KLM. Musfita di perairan Natuna bermuatan sekitar 200 ton hasil hutan berupa rotan yang akan diselundupkan ke Malaysia dan penegahan terhadap kapal kayu oskadon bermuatan sekitar 200 Kg narkotika jenis methampetamine, 200.000 butir ekstasi dan 47.500 butir pil happy five di perairan Aceh Timur.

Baca Juga: DJP Siap Berikan Pelayanan PPS

Beberapa hasil penegahan juga berasal dari kegiatan sinergi operasi antara lain penegahan bersama BNN terhadap KLM. Aisah 25 bermuatan 89 Kg narkotika jenis methampetamine di perairan Donggala, Sulawesi Barat. Selain itu juga sinergi dengan Polri menghasilkan penegahan terhadap SB. Edward Blackbeard bermuatan 107,328 Kg narkotika jenis methampetamine di perairan Nongsa, Kepulauan Riau.

Keberhasilan besar sinergi operasi lainnya adalah tergabungnya satuan tugas patroli laut Bea Cukai dalam Operasi Dewa Ruci yang digelar oleh Bareskrim Polri. Satuan tugas patroli laut Bea Cukai menjalankan peran utamanya dalam pengungkapan 1,278 ton narkotika jaringan internasional Timur Tengah pada April 2021.

Tidak hanya itu, Bea Cukai juga bersinergi dengan PSDKP Papua setelah melakukan penegahan terhadap KLM. Teman Setia yang diduga melakukan pelanggaran di bidang perikanan dan pelayaran di perairan Okaba, Papua.

Baca Juga: Bupati Bengkalis Minta RSUD Mandau Harus Berikan Pelayanan Maksimal

Selain komoditas di atas, komoditas yang berhasil diamankan dalam pelaksanaan operasi tersebut antara lain baby lobster, tekstil, hasil hutan berupa kayu teki, dan barang campuran lainnya.

Halaman:

Editor: ink1

Sumber: Kemenkeu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Indonesia Diincar Israel, Mohon Waspada

Rabu, 26 Januari 2022 | 18:35 WIB

Munasam Menyesal Jual Tanahnya Ke Proyek Kilang Tuban

Selasa, 25 Januari 2022 | 22:44 WIB

Kang Dedi Berikan Contoh Agar Arteria Paham

Jumat, 21 Januari 2022 | 10:12 WIB

Tenaga Honorer Instansi Akan di Tiadakan

Senin, 17 Januari 2022 | 12:32 WIB

Pindah Domisili Tidak Perlu Lagi Surat Keterangan

Minggu, 16 Januari 2022 | 07:04 WIB

DJP Siap Berikan Pelayanan PPS

Jumat, 7 Januari 2022 | 17:09 WIB
X