• Rabu, 26 Januari 2022

Penguatan Pengelolaan Salah Satu Faktor Keberhasilan Satuan Pendidikan

- Kamis, 13 Januari 2022 | 00:54 WIB
Penulis Dadang A Sapardan Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Kabupaten Bandung Barat
Penulis Dadang A Sapardan Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Kabupaten Bandung Barat

Nyarink.com - Mengamati fenomena perkembangan pendidikan saat ini, semua mata tertuju pada Finlandia sebagai negara yang berhasil memacu diri untuk dapat sejajar dengan negara-negara maju lainnya. Kemunculan Finlandia sebagai negara terdepan dalam keberhasilannya mengelola pendidikan, pada awalnya membuat sebagian orang tercengang karena selama beberapa tahun ke belakang, negara ini tidak termasuk hitungan akan menjadi negara yang berhasil dalam pengelolaan ranah pendidikan.

Namun, fenomena menyeruaknya Finlandia sebagai negara yang dianggap paling berhasil dalam pengelolaan kebijakan pendidikan merupakan kenyataan yang tidak bisa disangkal oleh siapa pun.
Kemunculan Finlandia menjadi negara maju dengan mengedepankan keberhasilannya dalam pengelolaan pendidikan, telah membuktikan bahwa kemajuan bangsa yang selama beratus tahun ke belakang, dipahami dengan kepemilikan sumber daya alam dapat terpatahkan. Saat ini, pandangan telah berubah bahwa keberhasilan suatu bangsa harus ditopang oleh keberadaan daya dukung dari kualitas sumber daya manusia.

Dengan demikian, untuk mewujudkannya perlu dilakukan melalui keseriusan penerapan pendidikan seperti yang diterapkan Finlandia pada beberapa tahun belakangan ini. Saat ini pendidikan dipahami sebagai investasi masa depan bangsa. Berdasarkan kesadaran tersebut, bangsa Indonesia harus bergerak cepat untuk mengejar ketertinggalannya dengan menempatkan pendidikan sebagai core pembangunan bangsa.

Baca Juga: Polres Penyangga Polda Sumut Jawab Keraguan Masyarakat

Untuk mengejar ketertinggalannya, Indonesia berupaya melakukan perbaikan dalam pengelolaan ranah pendidikan. Perbaikan tentunya dilakukan dari hulu sampai dengan hilir. Perbaikan dilakukan terhadap berbagai kebijakan, di antaranya dengan penerapan kebijakan Merdeka Belajar sebagai jargon berbagai elemen kebijakan pendidikan. Berbagai elemen yang memungkinkan menjadi faktor pendukung kemajuan pendidikan dikemas melalui konsep Merdeka Belajar.

Salah satu yang memungkinkan dilakukan di antaranya mendorong implementasi pendidikan oleh satuan pendidikan dengan pendidik sebagai ujung tombaknya. Kebijakan pendidikan harus mengarah pada upaya mendorong peserta didik agar memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi (high order thingking skill), melahirkan kreativitas, mendorong peserta didik untuk menemukan pengetahuan yang dibutuhkannya (engagement), melahirkan kemandirian peserta didik, mendorong kerja sama di antarmereka, serta membangun kemampuan dasar peserta didik (aptitude) dan menumbuhkembangkan sikap (attitude) melalui pembelajaran kontekstual (contectual teaching-learning).

Pengelolaan Satuan Pendidikan
Penerapan kebijakan pendidikan harus menuju pada upaya pencapaian terhadap visi pendidikan Indonesia dengan mengarah pada tampilan profil pelajar Pancasila. Dalam visi pendidikan Indonesia secara eksplisit terungkap bahwa proses pendidikan mengarah pada mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebhinekaan global.

Baca Juga: Polda Riau Tegaskan Perkara AH Bukan Sengketa Lahan, Seperti Tudingan Setara Institute

Visi tersebut harus dicapai oleh setiap satuan pendidikan sehingga melahirkan peserta didik sebagai outcomes berprofil Pancasila.
Terkait dengan lahirnya kebijakan-kebijakan tersebut tidak jarang menimbulkan sikap skeptis yang diperlihatkan oleh beberapa pihak. Sikap itu didasari dengan keyakinan bahwa kebijakan yang diterapkan tidak dapat menjadi jembatan yang akan mengantarkan generasi muda bangsa Indonesia untuk menghadapi fenomena masa depan. Untuk menjawab sikap skeptis tersebut, langkah yang harus dilakukan adalah membuktikan bahwa kebijakan-kebijakan baru tersebut merupakan langkah yang benar-benar mengarah pada upaya penyiapan generasi masa depan bangsa Indonesia, saat bonus demografi tengah mewarnai kehidupan bangsa ini.

Halaman:

Editor: ink1

Sumber: Dadang A Sapardan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT Ambalan Ke-53 Jadi Ajang Silahturahmi

Minggu, 23 Januari 2022 | 16:25 WIB

Pesan Untuk Mahasiswa Dari Puan Maharani?

Jumat, 24 Desember 2021 | 21:08 WIB

Tingkatkan Kopetensi, 126 Guru KBB Ikuti Lokakarya

Minggu, 21 November 2021 | 21:55 WIB
X