• Jumat, 12 Agustus 2022

KKN STAIN BENGKALIS BERZIARAH KEMAKAM PAHLAWAN SEKOYAN DESA KUDAP KECAMATAN TASIK PUTRI PUYU KABUPATEN KEPULAU

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 15:07 WIB
Mahasiswa STAIN Bengkalis saat KKN berziarah ke makam pahlawan
Mahasiswa STAIN Bengkalis saat KKN berziarah ke makam pahlawan

Bengkalis , nyarink.cok - Kuliah Kerja Nyata (KKN STAIN)Bengkalis Melakukan Kunjungan KeMakam Pahlawan Mujem(Sekoyan) yang Berasal Dari Dusun 4 Pareban Desa Kudap Kecamatan Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti Yang Dilaksanakan Pada Hari Rabu Tanggal 03 Agustus 2022 Yang Dihadiri Oleh Bapak Dusun 4 Yaitu Bapak Wisno Winoto,Anak KKN Stain Bengkalis Dan Salah Satu Anak Dari AlMarhum Mujem(Sekoyan) Sebagai Narasumber(Penjaga Makam Tersebut)

Berasal Dari Dusun Peraban Desa Kudap Kec.Tasik Putri Puyu Kab.Kepulauan Meranti Pada Tahun 1930an Lahirlah Seorang Pendekar Dari Keturunan Suku Asli Bernama Mujem Menjadi Sekoyan Gelar Itu Berasal Dari Pemberian Nama Tentara Belanda Karena Mujem Mempunyai Kekuatan Yang Luar Biasa Satu Koyan Sama Dengan Beban Berat 250Kg Pejuang Berasal Dari Suku Asli Yang Berani Menantang Penjajahan Belanda Yang Pada Waktu Itu Belanda Yang Terkenal Kejam Tanpa Perikemanusiaan Menindas Bangsa Indonesia Apalagi Suku Asli Yang Dianggap Suku Yang Tertinggal Maka Pemerintah Belanda Pada Saat Itu Yang Bisa Berbuat Semena-mena Terhadap Bangsa Indonesia Karena Pada Masa Itu Bangsa Indonesia Tidak Berani Menantang Pemerintah Belanda Maka Pada Waktu Itu Masyarakat Kita Dipaksa Bekerja Tanpa Peduli Kasih Apakah Warga itu Sakit Tetap Disuruh Bekerja Rodi Karena Sudah Tidak Tahan Lagi Melihat Orang Suku Asli Ditindas Maka Mujem Dan Kawan-Kawan Telah Bersatu Dengan Senjata Apa Adanya,Kalu Suku Asli Indektik Dengan Senjata Tombaknya (Kujur Kalo Bahasa Suku Asli) Dengan Tekat Yang Bulad Dan Betambah Lagi Sekoyan Memiliki Ilmu Kebatinan Yang Luar Biasa Bersama Dengan Kawan-Kawan Berhasil Membunuh Orang-Orang Belanda Termasuk Seorang Pendekar Suku Asli Tong Bin Salan Dia Adalah Mata-Mata Pemerintahan Belanda Dia Juga Sebagai Tukang Pukul (Body Board)Orang Belanda Sekaligus Pengutib Upeti Dari Warga Masyarakat Desa Kudap Pada Masa Itu.

Baca Juga: Sambut HUT RI ke-77, Polsek Rangsang dan Pemcam Rangsang Peisir Gotongroyong Perbaiki Jembatan dan Jalan

Mujem(Sekoyan) Merupakan Tokoh Suku Asli Yang Dikenal Sebagai Sang Pahlawan Sekaligus Pengobati Orang Biasanya Mujem(Sekoyan) Mengobati Di Daerah Pereban Yang Terdapat Masjid Hingga Sampai Ke Jawa Bersemedi, Masjid Ini Diberinama Masjid Islam Karimun Yang Mempunyai Filosafi Keislaman, Masyarakat Pereban Suku Asli Yang Tinggal Didaerah Itu Pantangan nya Tidak Boleh Memakan Daging Babi Sampai Anak nya Yang Menjaga Makam Tersebut Sudah Berpuluh-puluh Tahun Sudah Tidak Makan Daging Tersebut.

Salah Satu Murid Tertua Memiliki Sikap Curang, Sombong,Saling Membunuh Satu Sama Lain Murid Tua Tersebut Bernama Tong Bin Salang.

Zaman Dulu Jasad Penjajah Belanda dibawa Kekapal Maka Dari Itu Tidak Ada Makan Peninggalan nya Di Daerah ini.

Masjid Islam Karimun ini Memiliki Pantangan Tersendiri Wanita Yang Lagi Berhalangan (Kotor) Terkecuali Wanita Yang Tua Yang Dalam Keadaan Bersih(Suci)

Baca Juga: Kapolres AKBP Andi Yul Bantu Peralatan Olahraga dan Sembako kepada Warga Desa Kuala Merbau

Mujem (Sekoyan) Memiliki Anak Sejumlah 9 Bersaudara 6 Diantaranya Laki-Laki dan 3 Diantaranya Perempuan dan 3 Saudaranya Meninggal Dunia.

Editor: Mokhamad Danu Tohir

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bupati Lepas Kontingen Kwarcab Pramuka

Senin, 8 Agustus 2022 | 20:55 WIB

Masukan HIPENTAN-B Untuk Pemkab Bengkalis

Kamis, 4 Agustus 2022 | 17:40 WIB

Pola Pembelajaran Generasi 'Z'

Selasa, 1 Maret 2022 | 21:10 WIB
X