• Sabtu, 4 Desember 2021

Menitikberatkan Jihad Lewat Bidang Kemiliteran Untuk Merebut Kekuasaan

- Senin, 22 November 2021 | 12:01 WIB
Mantan kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai
Mantan kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai


Jakarta, Nyarink.com - Mantan kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai mengatakan, menyusupnya Jamaah Islamiyah (JI) ke dalam Majelis Ulama Indonesia merupakan tanda bahwa organisasi tersebut tak sama sekali mengubah strategi untuk mencapai tujuannya. Justru sebaliknya, mereka mengembangkan strateginya.

JI dulu, kata Ansyaad, menitikberatkan jihad lewat bidang kemiliteran untuk merebut kekuasaan. Sedangkan, sejak 2013 hingga sekarang, mereka melakukan reformasi dengan melakukan jihad lewat bidang politik.

"Mereka membentuk partai politik, lihat aja dia (Farid Ahmad Okbah) menjadi ketua PDRI (Partai Dakwah Rakyat Indonesia) dan ini strategi mereka justru menghidupkan partai-partai untuk mengonsolidasikan," ujar Ansyaad dalam sebuah diskusi daring, dilansir Republika Ahad (21/11).

Baca Juga: Layanan SIM Keliling Kota Cimahi Dan Bandung Barat, Berikut Jadwal, Syarat, dan Biaya Perpanjangan

Strategi berikutnya adalah JI menyusup ke lembaga negara yang strategis. Baru terungkap bahwa salah satu dari tiga orang yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri adalah bagian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Jadi, tidak usah diartikan bahwa Densus Polri menyasar MUI. Nah, ini perlu kita waspadai karena ini sedang gencar seakan-akan ada upaya membenturkan pemerintah dan ulama," ujar Ansyaad.

Ia melihat, paham radikalisme dan terorisme sudah menyusup ke banyak lembaga negara. Sebab banyak dari lembaga tersebut tak menaruh curiga terhadap pembicaraan mengenai agama yang disampaikan oleh kader JI.

Baca Juga: Viral Agar Bisa Sekolah, 2 Pelajar SD di Baubau Rela Bergantian Sepatu

"Ini masalah keagamaan. Orang kalau bicara agama, siapa orang mau curiga? Cuma banyak yang akhirnya kurang menyadari bahwa ternyata ini sudah menyimpang, menyeleweng," ujar Ansyaad.

Halaman:

Editor: BonoDaren20

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Atas Ridha Alloh SWT, PTUN Menolak Moeldoko

Selasa, 23 November 2021 | 16:49 WIB

Partai Gelora Bawa Semangat Aspirasi Semua Kelompok

Senin, 22 November 2021 | 22:25 WIB

Partai Nasdem: Saya Kawal Hak-Hak Masyarakat

Jumat, 12 November 2021 | 13:00 WIB

Fahri Heran Pemberitaan Tentang Kritikan Terhadap SBY

Minggu, 31 Oktober 2021 | 13:58 WIB

Pancasila Permadani Bangsa

Kamis, 28 Oktober 2021 | 14:04 WIB
X