• Sabtu, 4 Desember 2021

Generasi Masa Depan Dalam Lingkungan Budaya Media Digital

- Rabu, 10 November 2021 | 14:27 WIB
Illustrasi digitalisasi
Illustrasi digitalisasi

 

Nyarink.com - Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah merubah cara interaksi individu dengan individu yang lain. Internet menjadi sebuah ruang digital baru yang menciptakan sebuah ruang kultural. Tidak dapat dihindari bahwa keberadaan internet meberikan banyak kemudahan kepada penggunanya. Beragam akses terhadap informasi dan hiburan dari berbagai penjuru dunia dapat dicari melalui internet. Internet menembus batas dimensi kehidupan pengguna, waktu, dan ruang, yang dapat diakses oleh siapapun, kapanpun, dan dimanapun.

Keberadaan internet secara tidak langsung menghasilkan sebuah generasi yang baru. Generasi ini dipandang menjadi sebuah generasi masa depan yang diasuh dan dibesarkan dalam lingkungan budaya baru media digital yang interaktif, yang berwatak menyendiri (desosialisasi), berkomunikasi secara personal, melek komputer, dibesarkan dengan videogames, dan lebih banyak waktu luang untuk mendengarkan radio dan televisi. Generasi digital adalah mereka yang lahir pada jaman digital dan berinteraksi dengan peralatan digital pada usia dini. Dalam konteks Indonesia, mereka yang lahir setelah tahun 1990-an sudah bisa disebut sebagai awal generasi digital native, tapi bila ingin dikatakan sebagai sebuah generasi, mereka yang lahir setelah tahun 2000. Merekalah penduduk asli dari sebuah dunia yang disebut dunia digital.

Terjadi pergeseran budaya, dari budaya media tradisional yang berubah menjadi budaya media yang digital. Salah satu media sosial yang cukup berpengaruh di Indonesia adalah Facebook. Koran Kompas  menyatakan bahwa pengguna Facebook di Indonesia mencapai 11 juta orang. Keberadaan media sosial telah mengubah bagaimana akses terhadap teknologi digital berjaringan.

Baca Juga: Empat Gelar Pahlawan Nasional Disematkan Oleh Presiden Republik Indonesia Jokowi

Media sosial merupakan salah satu bentuk dari perkembangan internet. Dijelaskan ada tiga motivasi bagi anak dan remaja untuk mengakses internet yaitu untuk mencari informasi, terhubung dengan teman (lama dan baru) dan untuk hiburan. Pencarian informasi yng dilakukan sering didorong oleh tugas-tugas sekolah, sedangkan penggunaan media sosial dan konten hiburan di dorong oleh kebutuhan pribadi.

Penggunaan media sosial di kalangan remaja pada saat ini merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari lagi. Hampir setiap hari remaja mengakses media sosial hanya untuk sekedar mencari informasi melalui twitter, kemudian menyampaikan kegiatan yang mereka lakukan melalui facebook.

CEO Twitter, Dick Costolo menyebut Indonesia sebagai salah satu pengguna daring (online) terbesar di dunia. Dia menambahkan dengan adanya Twitter membuat masyarakat Indonesia pada saat ini menyadari apa yang sedang terjadi, saling memberikan informasi yang bermanfaat. Anak muda Indonesia mampu menggunakan industry kreatifnya dan menggunakan Twitter untuk hal-hal positif. “Keuntungan Twitter adalah semakin banyak pengguna semakin banyak yang dapat mengonfirmasi rumor yang ada”, Dick Costolo.

Baca Juga: CEG Hadapi Krisis Likuiditas

Halaman:

Editor: ink1

Sumber: Muhammadiyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

TMP Bergotong Royong Buat Sejumlah Event

Jumat, 26 November 2021 | 21:27 WIB

Kisah Blantik Cantik di Pasar Purwantoro Wonogiri Viral

Minggu, 21 November 2021 | 21:18 WIB

Baliho Vs Mural, Siapa Pemilik Ruang Publik

Jumat, 12 November 2021 | 12:29 WIB

Saking Banyaknya, Apakah Berita di Medsos Kredibel

Selasa, 26 Oktober 2021 | 11:12 WIB

Tahu Anak Mendadak Buta, Bapaknya Langsung Minggat

Rabu, 20 Oktober 2021 | 16:59 WIB

Facebook Perluas Cakupan Fiturnya, Apa Saja?

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 23:22 WIB
X