• Sabtu, 4 Desember 2021

Peringati Hari Pahlawan, DKKC Tandai Dengan Peluncuran Buku Sejarah Cimahi

- Kamis, 11 November 2021 | 04:00 WIB
Sendratari ini menggambarkan bagian isi buku Prahara Cimahi
Sendratari ini menggambarkan bagian isi buku Prahara Cimahi

Nyarink.com - Bersamaan dengan kegiatan Festival Heritage Kota Cimahi pada Rabu 10 November 2021 buku Prahara Cimahi juga turut diluncurkan dengan ditandai pertunjukan Sendratari yang menggambarkan suatu peristiwa sejarah yang tertoreh didalam isi buku tersebut dengan judul Prahara.

Semoga dimomentum hari pahlawan ini kita bisa mengabil spirit perjuangan para pahlawan Kota Cimahi wabil khusus spririt kepahlawanan para pejuang yang disebutkan dalam buku. Saat ini bisa dikatakan catatan budaya dan sejarah Kota Cimahi terbilang masih tercecer dan kurang di kenal masyarakat secara luas. Padahal Kota punya sebutan Kota Militer yang memiliki budaya serta sejarah panjang sejak masa kolonial Belanda, pendudukan Jepang, perang kemerdekaan, hingga sekarang menjadi Kota otonom.

Dengan banyaknya bangunan tua seperti Rumah Sakit Dustira, Gedung The Historich, Gereja St Ignatius dan kerkhof (pemakaman) Belanda - Ereveld Leuwigajah merupakan bukti nyata bahwa sejarah itu ada. Bangunan cagar budaya yang terpusat dikawasan militer itu masih bisa dilihat dan ditelusuri asal-usulnya sebagai bagian dari perkembangan budaya dan sejarah Kota Cimahi.

Baca Juga: UNESCO Nobatkan Jakarta Sebagai Kota Kreatif Untuk Literasi

Dalam upaya pelestarian sekaligus kemajuan kebudayaan Republik Indonesia, Dewan kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) berusaha melakukan inventarisasi, pemeliharaan, dan mempublikasikan budaya yang ada di Kota Cimahi. DKKC akan menggali nilai budaya dan sumber sejarah yang beredar di masyarakat, baik berupa cerita lisan maupun tulisan. Syukur-syukut masih ada barang bukti yang ada nilai sejarah dari keping-keping peninggalan yang masih tersisa.

Nantinya, hasil penggalian dan pengkajian budaya dan sejarah Kota Cimahi akan menjadi database untuk ditindaklanjuti dengan melakukan pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan. Upaya ini baiknya dituangkan dalam bentuk catatan yang dibukukan dengan harapan mempunyai nilai karya seni dan budaya sekaligus ilmu pengetahuan sehingga menjadi tuntunan dan tontonan bagi masyarakat Kota Cimahi, Jawa Barat, Indonesia dan dunia.

Sebagai langkah nyata menjunjung sekaligus mempublikasikan budaya dan sejarah, pada kesempatan ini DKKC bersama Komunitas Tjimahi Heritege dan didukung pemerintah Kota Cimahi diataranya menerbitkan buku sejarah perjuangan Masyarakat Kota Cimahi dan sekitarnya pasca proklamasi kemerdekaan RI yang digemakan 17 Agustus 1945. Buku yang disusun seorang pejuang Cimahi, S.M. Arief berjudul Prahara Cimahi adalah bukti sejarah perlawanan terhadap Kolonial Belanda yang kembali ingin menguasai Kota-Kota di Indonesia termasuk Cimahi pasca pendudukan dan pelucutan senjata dari tangan Jepang.

Baca Juga: Sopir Vanessa Angel Tubagus Joddy Terancam Penjara 6 Tahun

Buku Prahara Cimahi bukan sekedar catatan biasa tentang perjuangan perang kemerdekaan, tapi menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah Kota Cimahi dan Indonesia yang lama terkubur dan patut diketahui oleh masyarakat dunia. Bahwa pertempuran dahsyat melawan tentara Sekutu di Cimahi banyak menelan korban, menyita waktu berhari-hari, berminggu-minggu dan berbulan-bulan, yang akhirnya Cimahi termasuk wilayah yang diperintahkan untuk ditinggalkan sementara dan dibumihanguskan bersama wilayah Bandung Raya lainnya agar tidak dikuasai Sekutu dan tentara Belanda yang mendompleng pada Sekutu. Pembumihangusan pemukiman pada masa itu dikenang sebagai peristiwa Bandung Lautan Api.

Halaman:

Editor: ink1

Tags

Artikel Terkait

Terkini

TMP Bergotong Royong Buat Sejumlah Event

Jumat, 26 November 2021 | 21:27 WIB

Kisah Blantik Cantik di Pasar Purwantoro Wonogiri Viral

Minggu, 21 November 2021 | 21:18 WIB

Baliho Vs Mural, Siapa Pemilik Ruang Publik

Jumat, 12 November 2021 | 12:29 WIB

Saking Banyaknya, Apakah Berita di Medsos Kredibel

Selasa, 26 Oktober 2021 | 11:12 WIB

Tahu Anak Mendadak Buta, Bapaknya Langsung Minggat

Rabu, 20 Oktober 2021 | 16:59 WIB

Facebook Perluas Cakupan Fiturnya, Apa Saja?

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 23:22 WIB
X