• Sabtu, 4 Desember 2021

Baliho Vs Mural, Siapa Pemilik Ruang Publik

- Jumat, 12 November 2021 | 12:29 WIB
Illutrasi gambar pelukis Mural (pixabay)
Illutrasi gambar pelukis Mural (pixabay)

 


Nyarink.com - Pada momentum tertentu, ruang publik disesaki pemandangan senyum lebar wajah-wajah pejabat yang terpampang besar, lengkap dengan jargonnya masing-masing. Sosok-sosok elite politik memperkenalkan dirinya untuk mearik simpati khalayak.

Sebaliknya, mural bertuliskan “Dipaksa Sehat di Negara Yang Sakit” yang pernah menghebohkan dihapus aparat karena dianggap mengganggu ketertiban umum, memiliki muatan yang multitafsir, provokatif, dan dikhawatirkan dapat menghasut masyarakat.

Bahkan mural-mural lain di berbagai lokasi pun bernasib sama. Mereka jadi korban penghapusan yang disebut-sebut sebagai bentuk baru represi dan pembungkaman.

Baca Juga: Kampus Terbaik Indonesia Versi 4ICU, UGM Menempati Peringkat Teratas

Ketika mural-mural ini dihapus, sebagian membenarkan penghapusannya dengan mengatakan mereka tak berizin dan merupakan aksi vandalisme. Pertanyaannya, mengapa pesan-pesan yang diizinkan di ruang publik adalah justru yang marak dikritik khalayak dengan berbagai alasan, mulai dari mubazir, buang-buang uang, miskin nurani dan empati, serta tak sensitif di tengah berkecamuknya pandemi? Mengapa kritik yang mengartikulasikan kegusaran masyarakat justru tak memiliki tempat?

Paradoks ini menunjukkan bahwa ruang publik merupakan medan komunikasi yang timpang. Ruang publik idealnya mampu mendorong orang untuk berdialog dan ramah terhadap semua kalangan. Ruang publik seperti inilah yang digadang-gadang sebagai pondasi demokrasi (Toloudi, 2016). Namun pada kenyataannya, ruang tidaklah netral melainkan sarat kepentingan (Dhona, 2018) dan justru menjadi medan komunikasi searah. 

Krisis Ruang Publik dan Perlawanan

Dari sini dapat dipahami betapa masuk akalnya mural sebagai upaya merebut kembali area milik publik. Ketika publik dipaksa untuk menerima (secara visual) agenda politik elite, mural meneriakkan aspirasi publik yang tercekik.

Baca Juga: Masyaallah Cantiknya, Cewek Yang Tetap PD Meski Sering Diejek Karena Punya Tanda Lahir Di Wajah

Halaman:

Editor: ink1

Sumber: Remotivi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

TMP Bergotong Royong Buat Sejumlah Event

Jumat, 26 November 2021 | 21:27 WIB

Kisah Blantik Cantik di Pasar Purwantoro Wonogiri Viral

Minggu, 21 November 2021 | 21:18 WIB

Baliho Vs Mural, Siapa Pemilik Ruang Publik

Jumat, 12 November 2021 | 12:29 WIB

Saking Banyaknya, Apakah Berita di Medsos Kredibel

Selasa, 26 Oktober 2021 | 11:12 WIB

Tahu Anak Mendadak Buta, Bapaknya Langsung Minggat

Rabu, 20 Oktober 2021 | 16:59 WIB

Facebook Perluas Cakupan Fiturnya, Apa Saja?

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 23:22 WIB
X