• Rabu, 26 Januari 2022

Regenarasi Makin Kurang, 500 Macam Kesenian Sunda Terancam Punah

- Kamis, 30 Desember 2021 | 08:46 WIB
Seni budaya sunda Wayang Golek
Seni budaya sunda Wayang Golek

Nyarink.com - Beberapa tahun yang lalu, Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia, pernah memaparkan bahwa suku bangsa Sunda merupakan suku bangsa terbesar kedua di Indonesia. Namun, eksistensi dari suku bangsa yang besar tersebut secara perlahan semakin hilang seiring dengan masuknya budaya-budaya luar serta perkembangan zaman.

“Saat ini saja, bahasa Sunda sebagai alat komunikasi masyarakat Sunda sudah tidak dipakai lagi oleh masyarakatnya,” ujar Ganjar ketika memberikan pengantar dalam “Kursus Dasar Kebudayaan Sunda”, di Bale Rucita Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor.

Ditambah, kata dia, kesadaran masyarakat Sunda untuk sadar menjaga budayanya juga sangat kurang. Terbukti, sekitar 500 jenis kesenian Sunda hampir punah karena tidak ada regenerasi pemainnya. Ciri sikap sejati dari manusia Sunda pun sudah sangat sulit ditemui dalam sikap keseharian masyarakat Sunda zaman kiwari (sekarang)

Baca Juga: Selain Lezat, Peuyeum Bandung di Yakini Memiliki Sejumlah Khasiat Seperti Berikut

Baca Juga: Aneka Ragam Kuliner Khas yang Mulai Terlupakan, Peuyeum Bandung!

“Bisa jadi beberapa tahun ke depan, nama besar dari suku Sunda hanya bisa diketahui kebesarannya dari buku-buku sejarah,” ujar Rektor.

Mengutip dari laman unpad.ac.id Beragam persoalan alam, sosial, dan budaya yang terjadi saat ini turut menjadi penyebab semakin melemahnya eksistensi suku Sunda. Padahal, dulu Sunda dikenal sebagai sebutan untuk Wilayah Indonesia Barat yang meliputi, Sunda Besar (Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi), serta Sunda Kecil (Kepulauan Nusa Tenggara).  Saking kaya akan pesona keindahan alamnya, grup musik Bimbo pun menulis lirik lagu “waktu Tuhan tersenyum lahirlah Pasundan”.

“Wilayah Sunda di Jawa sendiri sebenarnya dimulai di daerah Cimanuk (Banten) sampai Cipamali (Jawa Tengah). Namun, saat ini banyak wilayah yang memisahkan diri, seperti Banten dan DKI Jakarta. Bahkan, Cirebon pun ingin membentuk provinsi sendiri,” ungkap Rektor.

Oleh karena itu, Rektor pun berharap melalui kursus tersebut setidaknya dapat melahirkan paling tidak kepedulian terhadap bahasa dan budaya Sunda. Sebab, kesadaran sebagai orang Sunda setidaknya harus dimulai dari tiap-tiap individu orang Sunda. “Di Unpad sendiri sudah ada program Unpad Nyaah ka Jabar, dan bahasa Sunda sudah masuk ke dalam statuta Unpad sebagai bahasa pengantar perkuliahan, selain Bahasa Indonesia dan Inggris,” jelas Rektor.

Halaman:

Editor: ink1

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Open BO Kode Identik Jasa Prostitusi Online

Jumat, 14 Januari 2022 | 06:15 WIB

Oknum TKSK Palsukan Identitas Warga Bandul

Kamis, 6 Januari 2022 | 19:58 WIB

Angin Segar, KJP Plus Akan Cair Pekan Ini

Kamis, 6 Januari 2022 | 17:04 WIB

Selama 40 Tahun Seorang Kakek Selalu Membawa Tuyul

Selasa, 28 Desember 2021 | 12:52 WIB
X