• Rabu, 26 Januari 2022

Dalam Kuliah Umumnya, Danpussenarmed Berpesan Pemimpin Harus Punya Karakter Kuat

- Senin, 10 Januari 2022 | 19:27 WIB
Danpussenarmed saat memberikan kuliah kepada mahasiswa
Danpussenarmed saat memberikan kuliah kepada mahasiswa


Cimahi, Nyarink.com – Kuliah umum yang diberikan Danpussenarmed Kodiklatad Mayjen TNI Totok Imam S kepada para mahasiswa yang tengah melaksanakan Latihan Dasar Kedisiplinan dan Kepemimpinan ( LDKK ) diharapkan bisa menjadi bekal dasar kegiatan Civitas Academika.

Keinginan tersebut, disampaikan Danpussenarmed Kodiklatad Mayjen TNI Totok Imam, saat memberikan kuliah umumnya Kepada Mahasiswa Unjani, di Lapangan Jarot Supadmo Pusdikarmed. pada Jumat  ( 07/01/2022 ).

“Mahasiswa nantinya disiapkan juga sebagai kader pemimpin bangsa, sehingga kegiatan LDKK ini merupakan bagian yang mendasar dan penting. Sebagai seorang pemimpin tidak muncul tiba-tiba. Pemimpin ditempa dengan berbagai ujian, cobaan dan godaan, untuk itu perlu karakter yang kuat. Keyakinan akan kebenaran serta disiplin akan tanggung jawab dan semangat pantang menyerah serta berani mengambil keputusan untuk mencapai keberhasilan dalam suatu tugas walaupun harus berkorban harus dipunyai seorang pemimpin," Tandas Totok.

Baca Juga: Diperayaan Hari Jadi PDIP Ke-49, Sekretaris DPC PDIP Kota Cimahi Minta Kadernya Tetap Saling Bantu

Untuk itu, dirinya berpesan bahwa menjadi seorang mahasiswa harus  berakademis dan berilmu. Pendidikan harus didasari dengan sikap disiplin dan jiwa kepemimpinan. Seorang mahasiswa yang memiliki jiwa pemimpin dengan melihat yang ada saat ini, idenya dia untuk mencari perubahan yang baru sehingga muncul suatu ide untuk menyelesaikan suatu masalah,  ," Ujarnya.

Desain kepemimpinan kreatif dan bisosiatif yg di idekan awal oleh Arthur Koestler ( 1964 ) dalam bukunya * The Art of Creation* sangatlah tepat didesain  menghadapi tantangan perkembangan global saat ini dan merupakan terobosan yang cukup tepat.

"Kita Harus memahami untuk mengubah sesuatu perlu Kreativitas dan untuk menuju pembaharuan perlu Bisosiasi. Sebagai contoh kepemimpinan kreatif bisosiasif tersebut juga pernah dilakukan : pada saat Jenderal Soedirman menghadapi Belanda, pada saat proses pernyataan kemerdekaan RI dan lain-lain," terang Danpussenarmed.

Baca Juga: Hadir Pada Kegiatan Wirid, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Ajak Warga Hidup Bermasyarakat

Selain itu, lanjutnya, sebagai seorang pemimpin harus dapat melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat orang lain, harus mengetahui sesuatu yang tidak diketahui orang lain.

Halaman:

Editor: ink1

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BKAG Melakukan Audiensi ke Kapolresta Deli Serdang

Jumat, 21 Januari 2022 | 09:32 WIB

Kapolres Meranti Berpesan Sejumlah Hal Kepada Siswa

Senin, 17 Januari 2022 | 18:00 WIB
X